Warta

Hari Anak Nasional, Mensos Soroti Jutaan Anak Belum Sekolah

Mensos Saifullah Yusuf atau Gus Ipul mengatakan pemerintah ingin memastikan seluruh anak Indonesia memperoleh pendidikan dengan lingkungan yang berkualitas.

Mensos saifullah yusuf atau gus ipul mengatakan pemerintah ingin memastikan seluruh anak indonesia memperoleh pendidikan dengan lingkungan yang berkualitas
Menteri Sosial Saifullah Yusuf. (dok Siswantini Suryandari)

catrawarta.comMenteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf atau Gus Ipul mengatakan pemerintah ingin memastikan seluruh anak Indonesia memperoleh pendidikan dengan lingkungan yang berkualitas.

Hal tersebut disampaikan Gus Ipul dalam momentum Hari Anak Nasional. Menurutnya, upaya tersebut menjadi pekerjaan rumah bersama di tengah berbagai tantangan yang dihadapi anak-anak saat ini.

“Secara khusus hari ini dalam kaitannya dengan Hari Anak, kita ingin anak-anak kita ke depan ini memperoleh pendidikan dengan lingkungan berkualitas. Ini pekerjaan rumah besar kita di tengah-tengah tantangan kekinian yang luar biasa. Ada pergaulan bebas, ada narkoba, ada hal-hal lain yang membuat anak-anak memperoleh lingkungan yang tidak berkualitas,” ujar Mensos, Senin (21/7/2026).

Ia mengatakan perhatian pemerintah diberikan secara khusus kepada keluarga rentan atau the invisible people, yang selama ini dinilai belum sepenuhnya menikmati hasil pembangunan.

Mengacu pada data Badan Pusat Statistik (BPS), terdapat hampir empat juta anak yang belum sekolah, tidak sekolah, putus sekolah, maupun berpotensi putus sekolah.

Karena itu, pemerintah berupaya menjangkau anak-anak tersebut melalui program Sekolah Rakyat.

“Salah satunya adalah Sekolah Rakyat. Ini adalah sekolah berasrama, tidak ada tes akademik, tapi menjangkau anak tidak sekolah, belum sekolah, putus sekolah. Sehingga mereka ini diharapkan memperoleh pendidikan yang baik sehingga masa depannya lebih baik,” kata Gus Ipul.

Officials and uniformed attendees line a brick path outside a modern white building during a ceremony
Mensos Saifullah Yusuf meninjau Sekolah Rakyat di Kabupatan Sragen. (dok Kemensos)

Menurut Gus Ipul, rata-rata lebih dari 65 persen orang tua siswa yang berasal dari keluarga tidak mampu merupakan lulusan sekolah dasar (SD).

Melalui program Sekolah Rakyat, pemerintah berharap para siswa tidak hanya dapat menyelesaikan pendidikan, tetapi juga mampu menjadi agen perubahan bagi keluarga dan lingkungan sekitarnya.

Mensos berharap Sekolah Rakyat dapat menjadi inspirasi sekaligus model pendidikan bagi keluarga rentan di Indonesia.

“Ini adalah hal yang kita kerjakan bersama dengan Bu Arifah, dengan kementerian lain, banyak sekali kementerian yang terlibat dan ini untuk pertama kalinya diselenggarakan di era Bapak Presiden Prabowo ini,” ujarnya.

Gus Ipul menegaskan, Presiden Prabowo Subianto mengawali berbagai program pemerintah dengan kejujuran dan keterbukaan terhadap berbagai persoalan yang masih dihadapi bangsa.

“Kita jujur dan terbuka bahwa memang masih ada bansos yang belum tepat sasaran. Kita jujur dan terbuka banyak anak-anak kita yang belum sekolah, belum memperoleh perlindungan, belum memperoleh pendampingan, dan untuk itu harus dicarikan solusi,” tuturnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *