Warta

Kisah Heru Baskoro, Putra Sayuti Melik Terlantar hingga Dibantu Kemensos

Heru Baskoro (84), putra kandung tokoh pers dan pejuang kemerdekaan SK Trimurti serta Sayuti Melik, pengetik naskah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia hidup terlantar

Heru baskoro 84 putra kandung tokoh pers dan pejuang kemerdekaan sk trimurti serta sayuti melik pengetik naskah proklamasi kemerdekaan indonesia hidup terlantar
Wakil Mensos Agus Jabo Priyono (pakai topi) menjenguk Heru Baskoro dan istrinya Treyzia Noviani di Sentra Terpadu Pangudi Luhur (STPL), Kota Bekasi, Kamis (16/7/2026). (dok Kementerian Sosial)

catrawarta.comHeru Baskoro (84), putra kandung tokoh pers dan pejuang kemerdekaan SK Trimurti serta Sayuti Melik, pengetik naskah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia, menjadi perhatian publik setelah kisah hidupnya yang terlunta-lunta viral di media sosial.

Heru tinggal bersama istrinya, Treyzia Noviani (65), di sebuah rumah kontrakan di Rawalumbu, Kota Bekasi. Pasangan lanjut usia tersebut dilaporkan mengalami kesulitan ekonomi karena tidak memiliki penghasilan tetap.

Kondisi yang dialami Heru terbilang kontras dengan kehidupannya sebelumnya. Ia dan istrinya diketahui pernah tinggal di Kanada sejak 2003 hingga 2024. Di negara tersebut, Heru bekerja sebagai senior analis dan memiliki status sebagai permanent resident.

Heru kemudian memutuskan kembali ke Indonesia pada 2024. Setelah kembali ke Tanah Air, kondisi kesehatannya mulai mengalami penurunan, terutama pada penglihatan mata kanan.

Ia sempat beberapa kali melakukan perjalanan antara Indonesia dan Kanada untuk menjalani pengobatan mata. Namun, setelah sekitar enam bulan berada di Indonesia, dana pensiun yang diterimanya tidak lagi dapat dicairkan.

Kondisi tersebut kemudian memicu persoalan finansial bagi Heru dan istrinya. Untuk memenuhi kebutuhan hidup, berbagai aset yang dimiliki terpaksa dijual hingga akhirnya pasangan tersebut harus tinggal di rumah kontrakan.

Kisah Heru yang viral di media sosial kemudian mendapat perhatian dari Kementerian Sosial (Kemensos). Pemerintah melalui Kemensos memberikan bantuan dengan memindahkan Heru dan Treyzia ke Sentra Terpadu Pangudi Luhur (STPL), Kota Bekasi.

Sejak 13 Juli 2026, pasangan tersebut mendapatkan layanan residensial serta pendampingan rehabilitasi medis dan psikososial.

Wakil Menteri Sosial (Wamensos) Agus Jabo Priyono kemudian menjenguk Heru dan Treyzia di STPL pada Kamis (16/7/2026). Agus berbincang langsung dengan pasangan tersebut di teras sentra.

“Untuk sementara Pak Heru dan Ibu tinggal di sini. Akan ada bantuan medis dan psikososial. Jadi, kalau Pak Heru membutuhkan sesuatu bisa menyampaikan kepada staf di sini. Di sini juga ada dokter,” ujar Agus Jabo.

Dalam kesempatan tersebut, Wamensos juga mengecek langsung kondisi dan layanan yang diterima Heru dan istrinya. “Untuk sementara di sini nyaman?” tanya Agus.

“Nyaman, senang,” jawab Treyzia.

“Pak Heru juga senang di sini?” tanya Agus kembali. “Senang,” jawab Heru singkat.

Agus Jabo juga memberikan motivasi dan semangat kepada Heru dan istrinya agar tetap menjalani proses pendampingan yang diberikan pemerintah.

Sementara itu, Kemensos akan berkoordinasi dengan sejumlah kementerian dan lembaga terkait, termasuk Kementerian Luar Negeri (Kemenlu), Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI), dan Kementerian Kesehatan (Kemenkes), untuk mencari solusi terkait dana pensiun Heru serta kebutuhan perawatan kesehatannya.

Heru diketahui membutuhkan tindakan operasi kornea mata untuk mengatasi gangguan penglihatannya.

Menurut Agus, apabila persoalan dana pensiun Heru dapat diselesaikan tanpa mengharuskannya kembali ke Kanada, hal tersebut akan lebih baik mengingat kondisi kesehatannya.

Kemensos saat ini masih menunggu hasil koordinasi dengan pemerintah terkait dan pihak keluarga untuk menentukan langkah terbaik dalam penanganan Heru dan istrinya ke depan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *