catrawarta.com — Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Menko IPK) RI, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), mengungkapkan , pembangunan Sekolah Rakyat (SR) di Kalurahan Gulurejo, Kapanewon Lendah, Kulonprogo, DIY merupakan salah satu proyek strategis nasional yang bertujuan memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan. SR yang dibangun di atas lahan seluas 7,1 hektare ini akan menjadi tempat pendidikan terintegrasi dari jenjang SD hingga SMA, yang dirancang untuk membantu anak-anak dari keluarga prasejahtera.
“Sekolah Rakyat ini adalah solusi nyata untuk mengentaskan kemiskinan antargenerasi, sesuai dengan visi Bapak Presiden Prabowo Subianto. Melalui pendidikan berkualitas yang dapat diakses secara gratis, kami berharap dapat membuka kesempatan lebih besar bagi anak-anak di daerah ini,” ujar AHY saat melakukan kunjungan kerja ke lokasi proyek tersebut, Jumat petang (24/4/2026)
Sekolah Rakyat ini dirancang dengan fasilitas lengkap, mulai dari ruang kelas modern, asrama, kantin, hingga sarana olahraga seperti lapangan sepak bola dan basket. Yang lebih penting lagi, pendidikan yang diberikan akan sepenuhnya gratis, mulai dari biaya sekolah, makan, pakaian, buku, hingga perlengkapan lainnya. Semua biaya tersebut akan ditanggung negara, sehingga tidak akan membebani keluarga berpenghasilan rendah.
Proyek Mencapai Progres 38 Persen
Proyek yang diperkirakan menelan biaya sekitar Rp 214 miliar ini telah mencapai progres sekitar 38%, meskipun terdapat deviasi keterlambatan sekitar 3-5%. Namun, AHY optimis proyek ini akan selesai tepat waktu pada Juni 2026. “Kami akan mempercepat progres dengan menambah jumlah pekerja dan memaksimalkan penggunaan alat berat. Material sudah tersedia di lokasi, sehingga kami yakin target penyelesaian akan tercapai,” tambahnya.
Sekolah ini diproyeksikan dapat menampung 1.080 siswa, dengan total penghuni kompleks, termasuk tenaga pendidik dan pengelola asrama, mencapai sekitar 1.200 orang. Selain memberikan akses pendidikan, SR diharapkan juga dapat mendorong pertumbuhan ekonomi di Kulonprogo, yang selama ini dikenal sebagai daerah dengan tingkat kemiskinan relatif tinggi.
Kepala Satker Pelaksanaan Prasarana Strategis DIY Kementerian PU, Haryo Satriyawan, menjelaskan, saat ini terdapat 840 pekerja yang terlibat dalam proyek ini, meskipun sebelumnya jumlah pekerja mencapai 930 orang. “Kami terus berupaya menambah jumlah pekerja menjadi 920 orang untuk memastikan proyek ini selesai sesuai jadwal,” ujarnya.
Konsep Baru Beri Pendidikan Terbaik
Bupati Kulonprogo, Agung Setyawan, menyambut baik pembangunan Sekolah Rakyat tersebut. Ia menilai, SR bukan hanya sekadar proyek fisik, tetapi juga upaya mencetak sumberdaya manusia yang unggul dan berkualitas. “Sekolah Rakyat adalah konsep baru yang memberikan kesempatan pendidikan terbaik bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu. Kami berharap ini dapat memutus mata rantai kemiskinan dan meningkatkan kualitas SDM di Kulonprogo,” kata Agung.
Dengan adanya Sekolah Rakyat ini, pemerintah berharap dapat memberikan solusi jangka panjang bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu, agar mereka memiliki kesempatan yang sama untuk mendapatkan pendidikan berkualitas dan mengubah nasib mereka. Proyek ini diharapkan akan menjadi model yang bisa diterapkan di berbagai daerah di Indonesia untuk memerangi kemiskinan melalui pendidikan.

Kawal Proses Hukum Kasus Kekerasan pada Anak di Daycare Little Aresha 