catrawarta.com — Nilai tukar rupiah menyentuh angka Rp17.900 per dolar AS di awal Juni 2026. Pertamina Patra Niaga juga mengumumkan kenaikan harga Pertamax dari Rp12.300 menjadi Rp16.250 per liter pada Rabu, 10 Juni 2026. Kondisi ini memperkuat kekhawatiran terhadap melemahnya daya beli, terutama ketika sejumlah kebutuhan pokok yang ikut mengalami penyesuaian harga.
Di kondisi ekonomi yang banyak orang menyebut “sedang tidak baik-baik saja”, antusiasme publik terhadap konser BTS justru menunjukkan arah berbeda. Tiket konser BTS World Tour “ARIRANG” in Jakarta yang akan diselenggarakan pada 26-27 Desember 2026 di Stadion GBK ludes diserbu penggemar.
Penjualan dibagi menjadi 2 sesi, sesi ARMY Membership Presale berlangsung pada Selasa (09/06/2026) pukul 12.00–22.00 WIB, sementara general sale pada Kamis (11/06/2026) mulai pukul 12.00 WIB melalui laman tiket.com.
Dikutip laman medcom.id, antrean online untuk war hari pertama langsung menyentuh 540.570 akun, sedangkan hari kedua mencapai 463.248 akun tepat setelah presale dibuka pukul 12.00 WIB.
Mengapa tiket konser premium tetap laris di tengah tekanan ekonomi seperti ini?
Penelitian yang dipublikasikan dalam Journal of Experimental Social Psychology oleh peneliti dari Cornell University dan San Francisco State University menemukan bahwa konsumen yang membelanjakan uang untuk pengalaman melaporkan tingkat kepuasan yang lebih tinggi dibanding konsumsi material. Pengalaman juga dianggap lebih melekat pada identitas personal dan membentuk kenangan jangka panjang.
Pengeluaran untuk hiburan premium di tengah tekanan ekonomi bukan hal yang baru. Sejumlah kajian perilaku konsumen menyebut masyarakat cenderung tetap mempertahankan belanja berbasis pengalaman (experience spending), seperti konser, perjalanan, atau acara hiburan, karena dinilai memberi kepuasan emosional lebih tinggi.
Indonesia dikenal sebagai salah satu basis penggemar BTS terbesar di Asia Tenggara. Berdasarkan data interaksi digital dan pemetaan fandom global oleh berbagai platform musik dan media sosial, Indonesia konsisten masuk daftar negara dengan keterlibatan penggemar BTS tertinggi, baik melalui streaming, pembelian merchandise, maupun pembahasan di media online.
Loyalitas penggemar BTS atau lebih sering dikenal dengan sebutan ARMY menjadi faktor penting yang membuat pola konsumsi tidak selalu mengikuti tekanan ekonomi. Banyak penggemar telah menabung jauh hari untuk war tiket. Tidak sedikit pula yang membuat “tabungan konser” secara khusus.
Percakapan di media sosial juga memperlihatkan bagaimana perjuangan mendapatkan tiket tidak selalu berjalan lancar. Dalam unggahan di X pada hari presale 9 Juni 2026, akun penggemar @btsarmyina menulis, “Queue 500 ribuan, tapi tetap bertahan. Semoga rezeki hari ini,” menggambarkan panjangnya antrean digital sejak awal pembukaan tiket. Di Instagram, sejumlah penggemar mengunggah tangkapan layar antrean virtual dengan angka ratusan ribu sambil menyebut proses checkout sebagai “ujian mental”.
Tidak sedikit pula penggemar yang gagal mendapatkan tiket. Seorang pengguna Redit dengan nama akun u/throwawayarmy2026 di komunitas r/BTSArmyCentral menulis, “I lost the ticket war. I was already in queue before noon but everything disappeared so fast,” atau “Saya kalah war tiket. Padahal sudah antre sebelum siang, tapi semuanya habis begitu cepat.”
Keluhan itu juga ramai di X dengan tagar terkait BTS Jakarta, mulai dari kendala sistem pembayaran hingga tiket yang mendadak tidak tersedia saat proses checkout berlangsung.
Di sisi lain, beberapa ARMY berhasil mendapatkan tiket meski hanya mengandalkan satu perangkat dan koneksi internet rumah. Dalam unggahan Instagram akun @armyindonesiaa dengan postingan bertajuk “WAR TIKET BTS JAKARTA 2026: Finally We Made It!”, akun @taetaeluvr.id menulis, “Masih gemeteran, akhirnya dapat CAT 2 setelah hampir menyerah,” beberapa menit setelah sesi presale berlangsung.
Cepat habisnya tiket BTS tidak serta-merta dapat dibaca sebagai tanda bahwa daya beli masyarakat Indonesia sedang kuat secara umum. Harga tiket konser premium lebih banyak diakses kelompok kelas menengah perkotaan dan penggemar loyal yang memang sudah mengalokasikan anggaran khusus.
Fenomena sold out tiket BTS lebih mencerminkan kuatnya fandom economy dibanding gambaran utuh kondisi ekonomi nasional. Di tengah rupiah yang tertekan, harga BBM yang naik, dan pasar saham yang berfluktuasi, sebagian masyarakat tampaknya tetap memilih mempertahankan pengeluaran untuk pengalaman yang tidak akan terlupakan.

Kampung Budaya Polowijen Jejak Ken Dedes di Malang 