catrawarta.com — Pelabuhan Ketapang Banyuwangi untuk sementara ditutup kembali mulai pukul 11:00 WIB. Langkah tersebut diambil pihak berwenang setempat karena situasi angin kencang dan gelombang tinggi. Pelabuhan akan dibuka kembali diperkirakan 1-2 jam sejak penutupan melihat kondisi perkembangan cuaca selanjutnya.
Beberapa hari terakhir, angin kencang dan gelombang tinggi memang melanda Selat Bali. Pelabuhan melakukan kebijakan buka-tutup melihat situasi dan kondisi cuaca. Beberapa kapal feri yang menyeberang harus menerjang gelombang yang membuat air masuk ke dalam. Ini tentu sangat berbahaya.
Angin kencang dan gelombang tinggi yang menerjang Selat Bali membuat sejumlah penyeberangan tertunda. Pelabuhan tidak ingin mengambil risiko karena cuaca yang tidak baik. Petugas menunggu hingga angin dan gelombang reda sehingga lebih aman untuk penyeberangan.
Pada Minggu dan Senin (26-27/7/2026) lalu, Pelabuhan juga menggunakan sistem buka-tutup tergantung kondisi cuaca terutama gelombang. Cuaca buruk membuat penyeberangan Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi – Gilimanuk, Bali, tersendat.
Penutupan juga dilakukan pada Minggu (26/7/2026) mulai pukul 11.26 WIB atau pukul 12.26 Wita akibat cuaca buruk dan ombak yang kurang kondusif demi keselamatan pelayaran. Setelah situasi membaik, penyeberangan dibuka kembali pada pukul 13.40 WIB atau pukul 14.50 Wita.
Air Masuk Kapal
Cuaca yang kurang bersahabat terutama gelombang tinggi membuat air laut sampai masuk ke dalam dek salah satu kapal feri yang beroperasi. Peristiwa ini terjadi pada Senin sore (27/6/2026). Tampak dalam rekaman video yang beredar gelombang masuk ke kapal, menjatuhkan tumpukan sepeda motor dan mengombang-ambingkan kapal.
Kapal tetap berjalan hingga mencapai tujuan dan Pelabuhan menutup sementara jadwal penyeberangan. Penutupan tidak berlangsung total tetapi beberapa jam karena begitu cuaca membaik, Pelabuhan langsung membuka pintu pemberangkatan.
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) telah mengeluarkan peringatan gelombang tinggi. Laman resmi BMKG menyebutkan, peringatan gelombang tinggi berisi informasi mengenai kondisi cuaca maritim di berbagai wilayah Indonesia terutama terkait dengan gelombang dengan kategori sedang, tinggi, sangat tinggi, dan ekstrem.
Disebutkan, gelombang sedang hingga tinggi di Selat Bali akan berlangsung hingga Agustus 2026. BMKG memprakirakan tinggi gelombang di Selat Bali berkisar antara 1,2 hingga 2 meter. Potensi gelombang tertinggi diperkirakan terjadi di bagian selatan Selat Bali, terutama di sekitar kawasan Taman Nasional Alas Purwo.
Kecuali gelombang tinggi, kecepatan angin juga diprakirakan meningkat hingga sekitar 20 knot dengan arah bertiup dari selatan ke utara. Fenomena ini dipicu oleh pengaruh musim dan perambatan gelombang dari Samudera Hindia.

