Warta

Polisi Bantah Isu Ajudan Febrie Adriansyah Tewas Ditembak : Isu di Medsos Hoaks

catrawarta.com — Polda Metro Jaya membantah tegas kabar liar yang beredar di media sosial mengenai dugaan penembakan hingga tewas terhadap ajudan mantan...

Kepala bidang humas polda metro jaya kombes budi hermanto
Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto (Tangkapan layar Youtube)

catrawarta.comPolda Metro Jaya membantah tegas kabar liar yang beredar di media sosial mengenai dugaan penembakan hingga tewas terhadap ajudan mantan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung, Febrie Adriansyah.

Kepolisian memastikan narasi yang menyebutkan ajudan tersebut ditembak oleh orang tidak dikenal di wilayah Jakarta Selatan hingga jasadnya hilang adalah informasi bohong atau hoaks.

​”Kalau itu ada informasi jelas, sejauh ini kami sudah mengkonfirmasi dengan Kasat Reskrim Jakarta Selatan itu adalah hoaks. Polda Metro Jaya mengimbau masyarakat agar tidak berspekulasi maupun menyebarkan informasi yang belum terverifikasi,” ujar Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto, seusai berkoordinasi dan melakukan konfirmasi langsung dengan Satuan Reserse Kriminal Polres Metro Jakarta Selatan pada Selasa, 28 Juli 2026.

​Isu penembakan ini mencuat setelah sejumlah akun media sosial, seperti @kementerian_kurangajar dan @badanperwakilannetizen2, mengunggah narasi spekulatif pada Senin, 27 Juli 2026.

Unggahan-unggahan tersebut mengklaim adanya insiden penembakan terhadap ajudan Febrie Adriansyah hingga menimbulkan simpang siur informasi di tengah masyarakat.

​Siar desas-desus ini merebak tak lama setelah insiden meninggalnya Sutrimo, seorang pria yang diduga bertugas sebagai Kepala Rumah Tangga (Karumga) Febrie Adriansyah.

Sutrimo ditemukan tak bernyawa pada Kamis, 23 Juli 2026 pagi, usai dilarikan ke Rumah Sakit Muhammadiyah Taman Puring, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Pihak medis mengonfirmasi bahwa Sutrimo dalam kondisi death on arrival atau telah meninggal dunia saat tiba di rumah sakit.

​Meski sempat beredar foto yang menarasikan korban keluar busa dari mulutnya, tim medis membantah temuan tersebut dan menyatakan tidak ada busa di area mulut korban. Jenazah Sutrimo kini telah dimakamkan oleh pihak keluarga di Banyumas, Jawa Tengah, sementara kepolisian belum menentukan penyebab pasti kematian karena tidak dilakukan pemeriksaan autopsi lanjutan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *