Warta

Polisi Selidiki Kematian Misterius Pria Diduga Karumga Kediaman Febrie Adriansyah

catrawarta.com — Kepolisian Daerah Metro Jaya bersama Kepolisian Resor Metro Jakarta Selatan menyelidiki kasus meninggalnya seorang pria bernama Sutrimo di wilayah Kebayoran...

Two emergency responders push a patient on a wheeled stretcher through a clinic the patient covered with a blue floral blanket in a hallway
Jasad Sutrimo saat tiba di RS sudah dalam keadaan meninggal. (Dok. Facebook)

catrawarta.comKepolisian Daerah Metro Jaya bersama Kepolisian Resor Metro Jakarta Selatan menyelidiki kasus meninggalnya seorang pria bernama Sutrimo di wilayah Kebayoran Baru, Jakarta Selatan pada Kamis, 23 Juli 2026 sekitar pukul 09.00 WIB.

Pria berusia 42 tahun itu ramai disebut-sebut sebagai kepala rumah tangga (karumga) di kediaman mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung, Febrie Adriansyah.

“Penyelidikan dilakukan secara profesional, hati-hati, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku untuk memperoleh fakta secara utuh. Karena prosesnya masih berjalan, kami belum dapat menyimpulkan penyebab kematian almarhum,” ujar Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Budi Hermanto, Minggu, 26 Juli 2026.

Dari informasi yang dihimpun pada hari kejadian sekitar pukul 07.30 WIB, almarhum sempat mengeluhkan sakit ke seorang rekannya dan meminta diantar ke rumah sakit terdekat.

Rekannya kemudian membawanya ke klinik kecantikan M di kawasan Kramat Pela, Jakarta Selatan. Saat berada di klinik, Sutrimo dilaporkan muntah dan mengeluarkan cairan berbusa dari mulutnya. Rekannya lalu memanggil ambulans. Namun, ketika petugas ambulans tiba, Sutrimo telah meninggal.

Polisi lantas menggali informasi serta menyusun rangkaian peristiwa secara utuh sebelum menarik kesimpulan akhir mengenai penyebab kematian almarhum.

​Berdasarkan data dan informasi awal yang dihimpun, Sutrimo pertama kali ditemukan dalam kondisi sudah tidak sadarkan diri di area halaman Klinik Kecantikan Mordent, Kebayoran Baru.

Korban lantas dilarikan menggunakan ambulans menuju Rumah Sakit Muhammadiyah Taman Puring. Namun, sesampainya di fasilitas kesehatan tersebut, pihak rumah sakit menerangkan bahwa Sutrimo telah tiba dalam keadaan sudah meninggal dunia.

​Saat ini tim penyidik gabungan terus bergerak mengumpulkan bahan keterangan serta melakukan proses klarifikasi kepada pelbagai pihak yang terkait langsung dengan peristiwa tersebut.

Proses penggalian informasi ini turut melibatkan pihak keluarga korban, pengemudi ambulans yang membawa almarhum, petugas rumah sakit yang menerima kedatangan korban, hingga saksi-saksi lain yang mengetahui kejadian di lokasi awal.

Tak hanya mengandalkan keterangan saksi, penyidik juga memeriksa secara saksama rekam medis almarhum, riwayat pemesanan ambulans, serta titik lokasi awal ditemukannya korban guna mendapatkan petunjuk.

​Kepolisian menegaskan bahwa seluruh tahapan pemeriksaan dijalankan dengan cermat untuk menjaga keakuratan data di lapangan.

Beni menjelaskan bahwa pihaknya tak bisa gegabah menentukan penyebab pasti kematian almarhum sebelum seluruh bukti dan keterangan terkumpul.

​Untuk menjaga kondusivitas selama proses hukum berlangsung, Polda Metro Jaya mengimbau seluruh lapisan masyarakat agar tidak berspekulasi liar maupun menyebarkan informasi yang belum terverifikasi kebenarannya terkait kematian Sutrimo.

“Kami akan menyampaikan perkembangan hasil penyelidikan secara transparan dan proporsional kepada publik setelah seluruh fakta lapangan yang dapat dipertanggungjawabkan secara hukum berhasil didapatkan secara utuh,” kata dia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *