Catra Wisata, Warta

KAI Wisata Optimistis Kembangkan Bisnis Nontiket Hingga 2030

catrawarta.com — Berwisata menggunakan jasa layanan kereta api (KA) tentu menjadi keinginan banyak orang. Lebih-lebih jika melihat fasiltas dan kenyamanan yang ditawarkan...

Green passenger train at a platform beside railway tracks on a sunny day with countryside in the background
WISATA: Ilustrasi kereta wisata KAI.(Sumber: kawisata.id)

catrawarta.comBerwisata menggunakan jasa layanan kereta api (KA) tentu menjadi keinginan banyak orang. Lebih-lebih jika melihat fasiltas dan kenyamanan yang ditawarkan membuat penasaran untuk mencobanya.

Direktur Utama (Dirut) KAI Wisata, Raden Agus Dwinanto Budiadji pun mengaku optimistis terhadap pertumbuhan bisnis perusahaan yang semakin berfokus pada pengembangan pendapatan di luar sektor tiket. Strategi tersebut menjadi bagian dari transformasi bisnis KAI Group dalam menghadapi perubahan kebutuhan pelanggan dan memaksimalkan potensi aset yang dimiliki.

Sejak tahun 2021 KAI Wisata mulai memperkuat berbagai lini usaha nontiket, mulai dari pengelolaan ruang iklan, pemanfaatan area stasiun, hingga pengembangan konsep layanan berbasis gaya hidup (lifestyle) yang terintegrasi dengan perjalanan kereta api.

“Kami terus berupaya meningkatkan kontribusi pendapatan non-tiket. Saat ini target kami adalah meningkatkan kontribusi sektor tersebut hingga sekitar 30 persen dari total pendapatan perusahaan. Program-program yang telah dimulai sejak 2021 akan terus dikembangkan hingga tahun 2030,” kata Direktur Utama KAI Wisata, Raden Agus Dwinanto Budiadji, pada acara KAI Media & Brand Experience Summit 2026, di Jakarta.

Peluang Besar

Salah satu sektor yang menunjukkan pertumbuhan positif adalah bisnis periklanan. Bertambahnya frekuensi perjalanan kereta api, beroperasinya layanan LRT serta meningkatnya jumlah penumpang di berbagai stasiun memberikan peluang besar bagi para pengiklan untuk menjangkau masyarakat secara lebih luas.

Selain sektor periklanan, KAI Wisata juga sedang mengembangkan konsep lifestyle yang dirancang khusus untuk memenuhi kebutuhan pelanggan modern. Untuk layanan kereta jarak jauh, perusahaan menghadirkan konsep baru berupa fasilitas’ Refresh Station’, pengembangan dari layanan shower dan locker yang selama ini sudah tersedia.

Fasilitas tersebut tidak hanya menyediakan ruang mandi dan penyimpanan barang, tetapi juga layanan relaksasi ringan, area grooming, hingga fasilitas perawatan diri yang praktis bagi pelanggan yang ingin tetap tampil segar selama perjalanan.

Siapkan Banyak Layanan

Tidak hanya itu, untuk stasiun commuter dan KRL, KAI Wisata juga tengah mempersiapkan layanan grooming station yang akan menghadirkan fasilitas seperti barber shop dan layanan perawatan diri ringan yang dapat dimanfaatkan para pengguna transportasi harian.

Pengembangan fasilitas locker juga menjadi perhatian perusahaan. Berdasarkan hasil survei kepada pelanggan, kebutuhan akan penyimpanan barang di area stasiun masih cukup tinggi. Oleh karena itu, KAI Wisata menargetkan pemasangan locker di puluhan stasiun dalam waktu dekat.

Tahun ini menargetkan pengembangan fasilitas locker di sekitar 80 stasiun. Kebutuhan masyarakat terhadap layanan penyimpanan barang masih sangat besar, terutama bagi pengguna yang ingin bepergian lebih fleksibel tanpa harus membawa barang bawaan mereka sepanjang waktu.

Di sisi lain, KAI Wisata juga membuka peluang kerja sama dengan berbagai merek dan pelaku usaha untuk memanfaatkan area stasiun sebagai lokasi promosi maupun pengembangan layanan komersial. Beberapa kerja sama masih dalam tahap negosiasi dan diharapkan dapat segera direalisasikan dalam waktu dekat.

Konsep Integrasi Bisnis

Konsep integrasi bisnis dengan stasiun menjadi salah satu keunggulan yang ditawarkan KAI Wisata. Beberapa lokasi strategis seperti kawasan transit yang terhubung langsung dengan jaringan KRL maupun kereta antarkota dinilai memiliki potensi besar sebagai pusat aktivitas masyarakat.

Agus Dwinanto menambahkan, transformasi yang dilakukan bukan hanya bertujuan meningkatkan pendapatan perusahaan, tetapi juga menciptakan pengalaman perjalanan yang lebih nyaman, modern, dan sesuai dengan kebutuhan pelanggan masa kini.

Dengan berbagai inovasi tersebut, KAI Wisata optimistis mampu memperkuat posisinya sebagai perusahaan pendukung transportasi berbasis rel yang tidak hanya fokus pada perjalanan, tetapi juga menghadirkan layanan terintegrasi bagi seluruh pelanggan.

Dijelaskan, PT Kereta Api Indonesia (KAI) melalui KAI Wisata telah mengelola ekosistem media yang sangat luas, mencakup aset-aset strategis di 9 Daerah Operasi (Daop) dan 4 Divisi Regional (Divre) di seluruh Indonesia. KAI memiliki total aset seluas 270 juta meter persegi yang tersebar di 629 stasiun sepanjang 6.957 KM jalur kereta api. Seluruh aset ini kini dipasarkan secara digital.

Selain itu, ada Aset Heritage KAI Wisata, yang telah berhasil memanfaatkan destinasi ikonik seperti Ambarawa dan Lawang Sewu, serta Kereta Wisata (Luxury Trains) sebagai ruang aktivasi merek premium dan eksklusif yang memberikan kesan mendalam bagi konsumen.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *