Warta

Sedikit Lebih Unggul, Spanyol Tumbangkan Prancis

catrawarta.com — Satu tim tangguh Piala Dunia, Prancis, akhirnya harus puas dengan posisi ketiga atau keempat pada final nanti. Tim tersebut tumbang...

Group of soccer players in white jerseys and maroon shorts celebrate together on the field smiling and embracing each other
SPANYOL: Tim Spanyol meluapkan kegembiraan usai mengalahkan Prancis dalam semifinal Piala Dunia.(Sumber: Reuters/en.aletihad.ae)

catrawarta.comSatu tim tangguh Piala Dunia, Prancis, akhirnya harus puas dengan posisi ketiga atau keempat pada final nanti. Tim tersebut tumbang setelah kalah dari Spanyol 2-0 pada babak semifinal FIFA World Cup 2026 yang berlangsung di Stadion AT & T, Dallas, Arlington, Texas, Amerika Serikat.

Pencapaian Prancis belum mampu mengulang cerita sukses tahun 2022 ketika terhenti di final melawan Argentina. Sebelumnya, pada 2018, Les Blues malah mampu meraih posisi puncak sebagai jawara.

Meskipun kali ini tak mampu meraih yang terbaik, tetapi Mbappe dan kawan-kawan merupakan salah satu tim terkuat dunia. Mereka berganti-ganti posisi antara 1-2 pada peringkat resmi FIFA.

Sementara itu Spanyol yang juga sudah diprediksi bakal melaju ke final adalah tim yang sangat konsisten. Performa mereka sangat stabil sehingga menjadi jago selain Prancis. Sayangnya, kedua tim sudah bertemu lebih dulu di semifinal yang menurut sebagian orang babak itulah ”final” ideal Piala Dunia.

Spanyol dengan pemain muda sensasional Lamine Yamal menciptakan peluang emas pertama saat memancing pelanggaran yang berujung pada hadiah penalti di pertengahan babak pertama. Mikel Oyarzabal dengan tenang mengeksekusi penalti membawa Spanyol unggul 1-0.

Kedua tim sebenarnya bermain imbang. Data statistik memperlihatkan kekuatan mereka tidak jauh berbeda. Pergerakan bola dari kaki ke kaki, dari tim ke tim tidak begitu dominan pada satu tim. Ini tampak pada penguasaan bola di mana Prancis berada pada skor 49 persen sedangkan Spanyol 51 persen.

Gol Tambahan Porro

Spanyol memperbesar kemenangan melalui gol Pedor Porro pada menit ke-58. Ia memanfaatkan kelengahan lini pertahanan Prancis yang sedikit bercelah. Dua gol bertahan hingga wasit meniup peluit panjang tanda usainya pertandingan.

Kandidat peraih Sepatu Emas, Kylian Mbappe dan Ousmane Dembele tak mampu berbuat banyak sehingga belum bisa menambah gol. Kendati demikian, Mbappe yang berada di posisi puncak bersama Lionel Messi sebagai top skorer tetap berpeluang besar andai Messi pada lagi melawan Inggris tidak mencetak gol.

Itu pun masih ditentukan pada pertandingan berikutnya untuk meraih posisi 3-4, antara Prancis melawan tim yang kalah setelah laga Argentina-Inggris. Peluang sebagai pencetak gol terbanyak masih berpeluang besar pada Mbappe dan Messi.

Prancis yang sebenarnya sedikit lebih diunggulkan namun pada kenyataan di lapangan yang terjadi sebaliknya. Melihat serangan demi serangan, terbaca sudah Spanyol memiliki peluang agak lebih besar dibandingkan lawannya.

Menurut catatan fifa.com, pemain Spanyol Lamine Yamal lebih menonjol pada laga tersebut. Pemain sayap yang baru saja merayakan ulang tahun ke-19 uty berhasil menguasai bola sebelum akhirnya dilanggar di dalam kotak penalti.

Oyarzabal sukses mengeksekusi penalti dan menaklukkan Mike Maignan, kiper yang selama ini dikenal piawai menggagalkan tendangan penalti. Kegembiraan luar biasa kubu Spanyol tak terbendung saat wasit mengakhiri pertandingan. Gambaran menjadi juara di depan mata meskipun masih harus melawan salah satu tim antara Argentina atau Inggris.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *