catrawarta.com — Lionel Messi adalah sebuah fenomena. Lebih dari sekedar pemain di lebar lapangan sepakbola, ia menunjukkan pada kita bagaimana hidup dilukis dengan indah di arena olah raga. Kombinasi kepribadian yang hangat, keahlian permainan yang mumpuni, dan pencapaian yang mengesankan.
Sebagai seorang pemain kaliber, Messi nyaris sulit untuk dikejar. Catat rekornya khusus di Piala Dunia: 27 laga putaran final, pertama dalam sejarah yang bermain di enam turnamen Piala Dunia (2006-2026), 12 kali sebagai Man of the Match (terbanyak dalam sejarah Piala Dunia), dan assist terbanyak di lima edisi Piala Dunia berbeda. Belum rekor pribadi atau bersama klubnya yang menyabet 8 penghargaan Ballon d’Or serta rekor 45 gelar Guinness World Records.
Apa yang bisa dipetik dari pemain top sepanjang sejarah asal Argentina ini? Pertama, bekali hidup dengan keahlian, lalu tekuni itu dengan penuh totalitas dan kesungguhan. Tak pernah Messi habiskan waktunya tanpa mengasah keahliannya bermain bola. Entah akurasi tendangan, ketepatan menerima umpan, kelincahan memainkan bola, atau membangun teamwork bersama teman. Pastikan memiliki pola hidup sehat, baik menyangkut asupan gizi maupun lingkungan pergaulan. Segalanya telah dimilili Messi tapi tak sekalipun dia terlihat begadang sepanjang malam.
Kedua, pastikan urusan keluarga aman dan tanpa menyisakan permasalahan. Tak ada pemain kaliber dunia yang terlihat harmonis bukan saja di saat pertandingan maupun di luar pertandingan. Tak hanya sekali dua kali, kita dipertontonkan bagaimana Antonela bersama Thiago, Mateo dan Ciro bersorak penuh kebanggaan saat Messi bisa menceploskan bola ke gawang lawan. Kita pun kadang tertawa lebar melihat Messi menghampiri keluarganya di tepi lapangan usai menciptakan gol. Messi sangat mencintai mereka, dan keluarganya jauh dari gosip dan skandal. Bagi Messi, keluarga adalah sumber energi dan inspirasi.
Ketiga, cintai duniamu lalu hadapi dan jalani itu dengan penuh loyalitas dan totalitas. Karier profesional bukan sekedar ditandai tingginya angka transfer, tetapi bagaimana pemain membuktikan diri layak memiliki transferan selangit. Dan lebih dari itu semua, Messi memang jenius. Pergerakannya di lapangan sering dianggap lamban, hanya menunggu bola datang, tapi tak ada orang yang bisa meragukannya saat bola berada di kakinya. Deretan pemain belakang mudah dikecoh dan dilalui, dan tak hanya sekali dia memperdaya kiper lawan. Messi lihat mengukur sudut atau ruang, dia jeli melihat arah bola, dan tak ada partner yang tak dimanjakan oleh umpan matangnya.
Tak pernah merendahkan teman satu tim, Messi pintar dalam mengaransemen kesebalasan hingga daya juang tim menjadi sangat tinggi. Memberi ruang dan mensuport yang muda, lalu memberinya kepercayaan, menjadikan Messi jenderal lapangan yang disegani. Saat tim tertekan, ketenangannya menjadi kunci sehingga, pada kesempatan berikutnya, teman-temannya cepat bangkit dan mengejar ketertinggalan. Messi memang sebuah fenomena global yang langka ditemukan. Lihat bagaimana dia memompa liga Amerika, Major League Soccer (MLS), saat masuk ke barisan Inter Miami.
Pada laga pertama (17/6/2026) melawan Algeria, Argentina menekuk kuda hitam Negeri Para Singa dengan skor telak 3:0. Dan Messi melakukan hattrick, mencetak tiga gol (mestinya empat tetapi satu dianulir wasit) hingga mencatatkan sejarah sebagai pemain pertama yang tampil pada enam edisi Piala Dunia.
Piala Dunia 2026, bisa jadi merupakan ajang terakhir Messi mengingat usianya sudah 39 tahun. Tetapi melihat stamina, keakuratan, dan kejeniusannya, nampaknya kita masih akan lebih lama melihat kiprah Messi. Satu hal, kombinasi indah antara cinta, skill dan daya juang, Messi telah mengukir sejarah sepak bola dengan catatan yang sulit ditandingi. Keputusan terbaik, kata Messi, tidak dibuat dengan pikiranmu, tetapi dengan nalurimu.
Ksatrian Sendaren, 17 Juni 2026

