catrawarta.com — Belum lama ini, sebuah rumah di Seyegan, Sleman, DIY, mendapat ”teror” api yang muncul setiap saat. Api bisa muncul di dalam maupun luar rumah. Tanpa sebab pasti, tiba-tiba saja muncul api yang membakar apa saja yang ada di dekatnya.
Masyarakat kebingungan, banyak yang mengaitkan dengan hal-hal mistis. Ada yang menduga serangan dari pihak tertentu menggunakan ilmu hitam. Ada pula yang menduga karena adanya mahluk gaib yang memang ingin mengganggu penghuninya.
Tim berbagai lembaga turun guna melakukan penelitian. Apa sebenarnya yang terjadi dengan kemunculan api di rumah tersebut? Benarkah karena hal-hal yang berbau mistis atau ada penyebab lainnya?
Salah satu lembaga yang turun meneliti yakni Tim Pusat Kajian Pelambatan Entropi (PKPE) Fakultas Teknik UGM. Mereka melakukan observasi dan pengambilan sampel di rumah Mutfiana, tempat munculnya puluhan titik api.
Tim beranggotakan 18 peneliti dan akademisi lintas disiplin, mengambil uji sampel terakhir di lokasi kejadian pada Jumat (12/6/2026) lalu. Lantas apa hasilnya?
Bukan Dhemit
Tim menunjukkan, penyebab pasti kemunculan titik api akibat residu kebakaran yang awal kemunculannya dipantik oleh gas hidrogen sisa limbah pemotongan ayam. Nah, sudah jelas kan, bukan karena hal-hal mistis atau adanya dhemit nakal.
Pada keterangan tertulisnya, tim menyampaikan hasil temuan di Gedung Engineering Research and Innovation Center (ERIC) diwakili Prof Alva Edy Tontowi selaku ketua tim, didampingi oleh Prof Deendarlianto, Prof Leni Sophia Heliani, Dr Sarju Winardi, Dr Saptono Budi Samodra.
Berdasarkan temuan penelitian, Alva menyebutkan fenomena alam penyebab terjadinya munculnya api. Dugaan tersebut membuat tim melakukan pengukuran medan elektromagnetik, pemetaan bawah permukaan tanah menggunakan teknologi Georadar dan Geolistrik, dan pengukuran kandungan gas menggunakan portable-gas detector.
”Sesuai dengan dugaan awal, dan seperti yang telah disampaikan pada pers rilis pertama, tim mendeteksi adanya gas hidrogen (H2) pada titik-titik munculnya api yang diduga berasosiasi dengan dengan gas Pyrophoric yang berasal dari limbah potongan ayam,” paparnya.
Mengenai dugaan adanya gas Hidrogen, tim memeriksa residu kebakaran yang ada di permukaan dinding keramik, kayu, tripleks, dan menganalisis menggunakan cahaya inframerah (FITR). Pengambilan sampel terakhir yang dilakukan membawa kesimpulan akhir berupa penemuan kandungan PVC (Polivinil Klorida) yang tidak umum dijumpai di permukaan keramik maupun dinding dan tripleks.
”Saat PVC terbakar akan muncul gas Hidrogen Klorida. Detektor membaca gas tersebut sebagai gas hidrogen,” imbuhnya.

