Catra Cendekia, Warta

Riset Bodong Mahasiswa, UAJY Beri Pembinaan

catrawarta.com — Kasus penelitian palsu alias bodong terus bergulir. Setelah terungkap kelompok dari lulusan Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), kini terungkap pula mahasiswa...

Conference poster slide showing the study title sustained outcomes of dietary interventions in small intestinal bacterial overgrowth management with author list and affiliations imka 2025 seoul branding at top
PALSU: Dugaan riset palsu yang dibongkar netizen kini berkembanga melibatkan mahasiswa UAJY.(Sumber: instagram ricaasrosa)

catrawarta.comKasus penelitian palsu alias bodong terus bergulir. Setelah terungkap kelompok dari lulusan Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), kini terungkap pula mahasiswa Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY). Mereka berbeda kelompok namun bertujuan sama, memperoleh pendanaan dan travel grant dari lembaga asing.

Selain dari UAJY, ada dugaan lulusan dari PTN terkenal di Yogyakarta juga terlibat. Beberapa mahasiswa UAJY yang terlibat dalam kasus itu bakal menerima sanksi. Menurut Humas UAJY, Ike Dewi S, sanksi tergantung dari hasil penelitian kampus dan juga seberapa jauh keterlibatan mereka.

Kali ini, pelaku menggunakan nama entitas The Pranala Institute. Nama tersebut sama dengan Pranala Institute yang berkedudukan di Surabaya tetapi tidak ada kaitan sama sekali. Pranala Institute Surabaya sudah memberi klarifikasi dan menyatakan tidak ada hubungan apapun dengan The Pranala Institute.

Pengunaan nama entitas yang mirip sering terjadi pada kejahatan keuangan. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sering menemui nama-nama entitas keuangan ilegal yang mencatut nama lembaga legal dari luar negeri. Modus yang sering ditemukan yakni investasi bodong. Banyak yang sudah dibekukan oleh OJK.

Pranala Institute Beri Klarifikasi

Pada kasus riset bodong, Pranala Institute dalam keterangan tertulis menegaskan lembaga itu bergerak pada bidang sosio humaniora dan sejarah. Lembaga tersebut tidak berkaitan atau memiliki hubungan dengan lembaga lain termasuk dengan The Pranala Institute.

”Kami berpandangan bahwa praktik pemalsuan, plagiarism, maupun manipulasi akademik merupakan tindakan yang tidak dapat dibenarkan karena merusak kepercayaan publik terhadap dunia pendidikan dan mencoreng integritas komunitas akademik secara luas,” tandas Manajemen Pranala Institute dalam pernyataan tertulisnya.

Kampus UAJY, tambah Ike, menegaskan tidak memberikan mandat, penugasan, maupun penunjukan kepada mahasiswa yang bersangkutan untuk mewakili universitas dalam kegiatan konferensi dimaksud.

Ia menyatakan, UAJY tidak terlibat dalam proses penyusunan, pengiriman, maupun pengelolaan abstrak dan poster konferensi internasional yang dilakukan melalui komunitas eksternal tersebut. Penggunaan afiliasi UAJY dalam publikasi akademik harus mengikuti kode etik mahasiswa dan dosen. Setiap penggunaan afiliasi tanpa koordinasi dan dasar akademik yang memadai akan ditindaklanjuti sesuai ketentuan yang berlaku di UAJY.

Beri Pembinaan Mahasiswa

Pada pernyataan sikapnya, UAJY berkomitmen memberikan pembinaan kepada mahasiswa yang terlibat guna memastikan mereka memahami prinsip integritas akademik, etika penelitian, dan tanggung jawab sebagai penulis pada publikasi ilmiah. Sanksi lebih lanjut kepada mahasiswa akan diberikan oleh pihak terkait.

”Mengenai sanksi baru dibicarakan dan kemungkinan dalam 2-3 hari akan ada keputusan sanksi untuk mahasiswa yang terlibat,” tandas Ike.

Pihak kampus sedang melakukan verifikasi menyeluruh terhadap seluruh publikasi yang mencantumkan afiliasi universitas dalam kasus ini, serta akan menyampaikan klarifikasi kepada pihak-pihak terkait apabila ditemukan penggunaan afiliasi yang tidak sesuai dengan ketentuan institusi.

Integritas akademik, kampus menekankan, merupakan nilai fundamental yang harus dijaga oleh seluruh sivitas akademika. Pada saat yang sama, universitas juga berkewajiban memberikan pembinaan kepada mahasiswa agar tidak terlibat praktik-praktik yang berpotensi menyesatkan atau tidak sesuai dengan standar keilmuan yang berlaku secara umum.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *