Warta

Nanik S Deyang: Saya Konsentrasi Kesehatan Dulu

catrawarta.com — Mundurnya Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik S Deyang mengejutkan banyak pihak. Muncul rumor terkait dengan kasus besar yang sedang...

Smiling woman in a hijab shakes hands with a man wearing a traditional cap at a crowded event
IZIN: Mantan Kepala BGN, Nanik S Deyang sudah izin Presiden Prabowo untuk mundur.(Sumber: Instagram badangizinasional.ri)

catrawarta.comMundurnya Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik S Deyang mengejutkan banyak pihak. Muncul rumor terkait dengan kasus besar yang sedang menimpa mantan kepala dan wakil lembaga tersebut. Nama Nanik sempat disebut salah satu tersangka dalam surat yang diunggah di media sosial. Surat berisikan ”ucapan terima kasih” telah memberi hadiah terindah ketika yang bersangkutan dinyatakan tersangka dugaan korupsi di BGN.

Banyak dugaan muncul di media sosial yang menyebut Nanik takut, tertekan atau ada masalah internal di BGN. Ia tidak membantah dugaan-dugaan yang muncul dan menegaskan pengunduran dirinya sudah seizin Presiden Prabowo karena sakit dan akan menjalani pengobatan ke luar negeri.

”Saya konsentrasi di kesehatan dulu ya prens. Soalnya Kakak Kim dan Ade Ara, sudah tidak mau kompromi untuk kesehatan saya. Mereka minta saya harus membenahi pola makan dan tidak boleh stress,” ungkap Nanik dalam surat pamit undur diri dari BGN seperti unggahan di media sosialnya, Facebook.

Ia menjelaskan, sejak dirinya sakit selalu dalam pantauan ketat keluarga. Seluruh kegiatan termasuk pola makan apa saja tak lepas dari pantauan. Begitu juga olah raga yang sudah dijalaninya. Keluarga sangat khawatir dengan kondisi kesehatannya.

Tetap Dukung MBG

Mantan wartawan itu mengatakan tidak lepas begitu saja dari Program MBG. Ia kemungkinan akan ditunjuk menjadi Ketua Dewan Pengawas BGN. Tugas-tugas sebagai pengawas tidak akan sesibuk Kepala BGN dan tidak akan bersentuhan dengan uang yang bisa-bisa membuatnya trauma.

Nanik menekankan, dirinya tetap memberi dukungan penuh pada Program MBG yang tujuannya mulia, memenuhi kebutuhan gizi anak guna menyambut Indonesia Emas dan menciptakan generasi unggul. Menurutnya, tidak ada muatan politis sama sekali dalam MBG.

Penerima manfaat MBG saat ini TK, SD, SMP dan SMA. Sebagian besar belum akan memiliki hak pilih pada pemilu mendatang. Jadi, jelas Nanik, sangat jauh dari tujuan politis. Ia juga menambahkan, penerima manfaat kelak benar-benar pada mereka yang membutuhkan terutama di daerah terpencil pelosok yang sampai sekarang masih sulit dijangkau.

”Mari kita dukung program MBG, bismillah ini akan membawa kebaikan untuk anak-anak Indonesia dan juga perekonomian di daerah,” tandasnya mengakhiri surat pamit mundur dari Kepala BGN.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *