Warta

Teror pada Tiyo Ardianto Tak Pernah Berhenti

catrawarta.com — Teror, intimidasi, pengancaman secara langsung maupun tidak langsung menimpa sejumlah aktivis. Mereka yang mendapat terror karena sering menyuarakan kritik. Kali...

Person wearing sandals holds a crinkled purple plastic bag with a small black object on top standing on a sidewalk
PELACAK: Tiyo Ardianto memperlihatkan alat pelacak yang ditemukannya.(Sumber: instagram tiyoardianto_)

catrawarta.comTeror, intimidasi, pengancaman secara langsung maupun tidak langsung menimpa sejumlah aktivis. Mereka yang mendapat terror karena sering menyuarakan kritik. Kali ini, mantan Ketua BEM UGM, Tiyo Ardianto mendapat teror sangat intensif.

Ia pernah mendapat ancaman melalui media sosial, pesan di WA, ancaman ke keluarga besarnya terutama orang tua. Kali ini, ia juga mendapat terror menggunakan alat pelacak. Kendaraan yang ditumpanginya ditempeli alat pelacak. Tak hanya sekali, sepengetahuannya sudah 2 kali.

Ancaman, intimidasi, teror terus terjadi. Bahkan teror sadis menimpa aktivis KontraS, Andrie Yunus. Ia diserang menggunakan air keras yang membuat muka, mata dan Sebagian tubuhnya rusak. Matanya tak bisa lagi melihat atau cacat permanen.

Pelaku yang juga anggota TNI mendapat tuntutan hukuman sangat ringan. Jalannya proses pengadilan menurut banyak pihak, aneh. Karena itu, masyarakat berharap para pelaku bisa diadili di peradilan umum agar lebih transparan dan akuntabel.

Teror Usai Aksi

Teror alat pelacak pertama yang ia ketahui usai mengikuti aksi Rakyat Memanggil di Jalan Gejayan Yogyakarta beberapa hari lalu. Ia tidak mengetahui secara persis karena tiba-tiba menemukan alat tersebut di bagian bawah kendaraan.

“Saya tidak tahu siapa yang pasang alat pelacak itu. Tapi, yang jelas, betapa berbahayanya menjadi manusia Indonesia yang mencintai bangsanya. Kita beri ia obat untuk penyakit-penyakitnya tapi justru mencoba meracuni kita,” tutur Tiyo dalam unggahan akun tiyoardianto_.

Alat pelacak kedua kembali terpasang. Ia mengetahui setelah muncul notifikasi di alat komunikasinya. Penemuan alat pelacak ketika dirinya melakukan perjalanan ke Bandara Ahmad Yani Semarang. Dengan bantuan teman, ia sedang melacak alat tersebut.

Ribuan komentar di akunnya sebagian besar memberi dukungan pada gerakan Tiyo. Mereka mendukung karena tidak banyak orang yang berani bersuara kritis bahkan anggota Dewan pun dapat dihitung dengan jari. Sebagian besar tidak menjalankan fungsi pengawasan tetapi seolah-olah malah memberi dukungan pada kekuasaan. Hasilnya tentu tindak berimbang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *