catrawarta.com — STPMD “APMD” Yogyakarta kembali bersinergi dengan komunitas Sastra Bulan Purnama (SBP) dalam upaya mendukung perkembangan sastra di Yogyakarta. Kolaborasi tersebut diwujudkan melalui peluncuran buku antologi puisi berjudul Air Mata Kata yang memuat karya 13 penyair Yogyakarta.
Peluncuran buku dijadwalkan berlangsung pada Sabtu, 20 Juni 2026 pukul 15.30 WIB di Aula STPMD “APMD” Yogyakarta.
Sebanyak 13 penyair terlibat dalam antologi tersebut, yakni Joshua Igho, Nunung Rieta, Yuliani Kumudaswari, Latief, Bambang Widiatmoko, Ummi Azzura, Sonia Prabowo, Ana Ratri, Ons Untoro, Savitri, Marjuddin, Menik Sithik, dan Ninuk Retno Laras.
Koordinator Sastra Bulan Purnama, Ons Untoro, mengatakan sejumlah tokoh akan turut membacakan puisi dalam acara peluncuran buku tersebut. Mereka antara lain Guru Besar Fakultas Ilmu Budaya UGM, Prof. PM Laksono, Rektor Universitas Islam Indonesia, Prof. Fathul Wahid, serta Anggota DPRD DIY, Dr. Yuni Satia Rahayu.
Selain itu, dua dosen STPMD APMD, Tri Agus Susanto Siswowiharjo dan Irsa Irasari, juga akan membacakan puisi karya Ons Untoro.

Wakil Ketua Bidang Kemahasiswaan STPMD APMD, Tri Agus Susanto, menilai sastra memiliki hubungan erat dengan bidang komunikasi yang menjadi salah satu program studi di kampus tersebut.
“Karena itu STPMD APMD membuka ruang bagi komunitas Sastra Bulan Purnama yang telah lama berkiprah untuk saling bersinergi,” kata Tri Agus Susanto, Minggu (14/6/2026).
Menurutnya, kampus tersebut telah beberapa kali menjadi tuan rumah kegiatan yang diselenggarakan Sastra Bulan Purnama. Sebelumnya, SBP dan STPMD APMD juga menerbitkan antologi puisi Pulang ke Rumah Nenek pada 2024 dan Kitab Omon-Omon pada 2025 yang peluncurannya digelar di Aula STPMD APMD.
Pada kesempatan yang sama, Ons Untoro mengatakan SBP selama ini membuka kerja sama dengan berbagai kelompok masyarakat, termasuk perguruan tinggi.
“STPMD APMD menjadi satu-satunya perguruan tinggi yang secara konsisten membuka ruang kerja sama dengan kami,” ujar Ons.
Selain STPMD APMD, sejumlah lembaga budaya yang selama ini menjalin kerja sama dengan SBP antara lain Sangkring Art Space, Museum Sandi, dan Balai Bahasa Yogyakarta. Ons menambahkan, penyair yang tampil dalam kegiatan Sastra Bulan Purnama tidak hanya berasal dari Yogyakarta, tetapi juga dari berbagai kota di Indonesia.
“Penyair yang tampil di Sastra Bulan Purnama tidak hanya dari Yogya, melainkan penyair dari berbagai kota di Indonesia,” katanya.
Karena itu, Sastra Bulan Purnama menjadi ruang pertemuan para penyair lintas daerah untuk saling berbagi karya dan gagasan.

