catrawarta.com — Kabar duka datang dari dunia seni rupa Indonesia. Maestro perupa Indonesia, Sri Hadhy, meninggal dunia di RSUD Pasar Minggu, Jakarta, Minggu (14/6/2026) pukul 11.20 WIB.
Jenazah almarhum kemudian diberangkatkan ke Yogyakarta untuk dimakamkan hari ini, Selasa (16/6/2026).
Dalam keterangannya Selasa (16/6/2026), Galeri Nasional Indonesia menyebut karya-karya Sri Hadhy banyak dipengaruhi aliran ekspresionisme Eropa, khususnya pelukis Belanda, Karel Appel. Namun, ia mengembangkan gaya yang khas dengan menjadikan realitas sosial dan kehidupan sehari-hari sebagai sumber inspirasi utama.
Selama lebih dari enam dekade berkarya, Sri Hadhy telah menggelar ratusan pameran seni rupa, baik di Indonesia maupun di berbagai negara. Namanya juga tercatat dalam sejarah seni Indonesia sebagai salah satu tokoh yang berperan penting dalam proses pemulangan karya monumental Penangkapan Pangeran Diponegoro karya Raden Saleh dari Belanda ke Indonesia pada 1975.

Tiga karya Sri Hadhy yang kini menjadi koleksi Galeri Nasional Indonesia adalah Kapal (1981), Bunga Mekar (1967), dan Kusuma Bangsa (1967).
Sri Hadhy lahir di Purwodadi, Jawa Tengah, pada 18 Desember 1943. Pendidikan seni rupanya ditempuh di Akademi Seni Rupa Indonesia (ASRI) Yogyakarta. Ia kemudian melanjutkan studi di Vrije Academie voor Beeldende Kunsten de Vrije Academie Psychopolis di Den Haag, Belanda.
Karier pamerannya dimulai sejak 1963. Setelah menetap di Den Haag bersama keluarganya pada periode 1972–1988, Sri Hadhy aktif menggelar pameran di berbagai galeri dan museum di sejumlah negara, antara lain Belanda, Jerman, Prancis, Spanyol, Swiss, Yugoslavia, Denmark, Mesir, Tunisia, Aljazair, Maroko, hingga Amerika Serikat.

Melalui karya-karyanya yang kuat dan penuh ekspresi, Sri Hadhy memperoleh pengakuan luas di tingkat internasional. Kepergiannya menjadi kehilangan besar bagi dunia seni rupa Indonesia.
Selamat jalan, Sri Hadhy. Warisan karya dan dedikasi Anda akan terus hidup dalam perjalanan seni rupa Indonesia.

Paspor Museum Resmi Berlaku, Kunjungi 18 Museum 