Warta

Pelaku Pembunuhan di Kridosono Ternyata Anggota Geng

catrawarta.com — Pelaku pembunuhan pelajar di Kawasan Kridosono, Yogyakarta, ternyata anggota geng. Mereka memang sering berbuat onar dan menantang geng-geng lain. Pembunuhan...

Gravestones scattered on a grassy cemetery a single red rose rests on the foreground marker
KORBAN: Ilustrasi Yogyakarta darurat kejahatan jalanan, banyak korban meninggal.(Sumber: Magnific)

catrawarta.comPelaku pembunuhan pelajar di Kawasan Kridosono, Yogyakarta, ternyata anggota geng. Mereka memang sering berbuat onar dan menantang geng-geng lain. Pembunuhan tersebut diduga juga setelah terjadi tantang-menantang antara anggota geng satu dan geng lainnya.

Korban merupakan seorang pelajar SMK di Sleman. Berdasarkan hasil penyelidikan dan pemeriksaan cctv, rombongan pelaku mengejar korban yang berboncengan dengan temannya. Ada dugaan, pelaku sudah merencanakan untuk menghabisi lawan.

Para pelaku, jumlahnya lebih dari 1, telah membawa senjata tajam untuk persiapan tawuran. Senjata tajam itulah yang digunakan untuk membunuh korban. Teman korban bersama warga sekitar Kridosono sempat membawa ke rumah sakit namun nyawanya tidak tertolong.

Polisi, dalam hal ini Polresta Yogyakarta bersama Polda DIY bekerja keras melakukan pencarian para pelaku pembunuhan. Tim akhirnya berhasil menemukan pelaku yang jumlahnya 3 orang di sebuah rumah di Cilacap, Jawa Tengah.

Penghuni rumah persembunyian tersebut berdasarkan informasi warga setempat memang bermasalah. Penghuni maupun pendatang sering berbuat onar dan membuat warga tidak nyaman. Beberapa kali terjadi perselisihan dengan warga.

Tiga Pelaku Utama

Menurut Kapolresta Yogyakarta Kombes Pol Eva Guna Pandia, tim polisi berhasil menangkap pelaku di Cilacap. Pihaknya telah melakukan pengejaran tak lama setelah kejadian. Para pelaku ternyata menuju Cilacap dan bersembunyi di sebuah rumah.

Ia menjelaskan, tiga pelaku yang ditangkap yakni LA, AF, dan MY. Dua pelaku merupakan orang dewasa dan satu lagi masih di bawah umur. Ketiga pelaku merupakan eksekutor utama yang melakukan pembunuhan, menusuk korban hingga meninggal.

Kejahatan jalanan kerap terjadi di Yogyakarta dan sekitarnya. Ada yang masuk kategori ”klithih” dan melakukan kejahatan secara acak tanpa melihat siapa korbannya. Ada pula yang memang sudah mengincar korban atau sebelumnya sudah saling menantang.

Korban sudah berjatuhan, masyarakat berharap aparat melakukan tindakan tegas pada pelaku kejahatan. Warga tak ingin ada istilah di bawah umur yang seolah-olah menjadi ”pelindung” bagi aksi-aksi kejahatan jalanan.

Pelaku pembunuhan di Bantul yang sangat kejam dan sadis juga melibatkan remaja. Mereka sudah merencanakan membunuh korban, bahkan dengan cara dilindas sepeda motor. Kejahatan itu membuat warga geram dan minta aparat menindak tegas.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *