catrawarta.com — Kabar penggantian Menteri Keuangan Purbaya muncul tiba-tiba tanpa ada sumber resmi. Isu liar tersebut muncul di tengah melemahnya rupiah yang menyentuh di 18.000 per dolar AS, Kamis (4/6/2026). Tak hanya itu, muncul pula isu yang menyebutkan Purbaya bakal mengundurkan diri.
Pesan berantai menyebutkan Purbaya mundur dan penggantinya ekonom senior Chatib Bisri. Mantan menteri keuangan era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono tersebut dikabarkan ditunjuk Presiden Prabowo menggantikan Purbaya.
Pemerintah membantah kabar mundurnya Purbaya dan bakal dilantiknya Chatib Bisri. Melalui Menteri Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, pemerintah membantah isu tersebut. Pemerintah menyatakan tidak ada pengunduran diri menteri dan penggantian menteri.
”Enggak ada, enggak ada. Jadi enggak ada rencana itu, belum ada rencana itu,” ujar Prasetyo seperti dikutip dari kompas.com.
Menurutnya, Purbaya sudah menyampaikan tidak ada rencana penggantian dirinya. Prasetyo menerima kabar itu dari yang bersangkutan sendiri. Sehingga tidak benar ada pengunduran diri atau penggantian menteri.
Dampak Rupiah Melemah
Isu mundurnya Menteri Keuangan Purbaya menurut sejumlah pihak akibat melemahnya rupiah yang tembus di 18.000 per dolar AS pada perdagangan Kamis (4/6/2026). Rupiah bertahan di Rp 18.000 hingga Jumat pagi (5/6/2026) dan saat tulisan ini dibuat pukul 07.43, rupiah berada pada 18.062.92.
Para pengamat berpendapat pelemahan rupiah akibat kondisi eksternal dan internal. Eksternal karena konflik yang masih terjadi antara Amerika Serikat, Israel melawan Iran. Belum ada tanda-tanda perang bakal berakhir, bahkan mereka saling melontarkan ancaman.
Kondisi tersebut membuat situasi global tidak menentu terutama pada perdagangan minyak. Selat Hormuz yang menjadi jalur utama distribusi perdagangan dunia terutama minyak ditutup. Kedua kubu saling klaim, tak ada yang berani melintas kecuali negara-negara yang dekat dengan Iran.
Dampaknya, harga minyak dunia melonjak tinggi. Indonesia yang terdampak akhirnya menaikkan harga BBM nonsubsidi. Harga BBM subsidi masih sama hingga akhir tahun. Pada tahun 2027, belum ada rencana untuk menaikkan harga BBM atau tetap sama seperti sekarang.

Terjadi Tren Penurunan Indeks Radikalisme 