catrawarta.com — Penangkapan tiga pimpinan Badan Gizi Nasional (BGN) atas tuduhan penyimpangan praktik program Makan Bergizi Gratis (MBG) mengagetkan banyak pihak. Selain Kepala BGN, dua wakilnya merupakan TNI dan Polri yang terkenal disiplin.
Salah satunya, Letjen TNI (Purn) Lodewyk Pusung yang pernah bicara blak-blakan mengenai modus penipuan pada program MBG. Seperti pada tayangan Manado Post yang kini kembali viral, ia menceritakan pola-pola penipuan khususnya pada penentuan titik dan izin MBG.
”Memang sekarang banyak penipu-penipu yang door to door dia masuk mencari mitra. Jadi dia booking titik, dia door to door mencari mitra ya terus dia mengatakan saya ada cantolan jenderal di BGN,” ungkap Lodewyk mengawali wawancaranya dengan jurnalis Manado Post.
Ia menyatakan supaya wartawan mencari orang itu, segera laporkan pada dirinya. Ia akan bertindak tegas dengan melaporkan para penipu ke polisi supaya diproses. Kejadian penipuan seperti itu menurutnya bukan hanya di Sulawesi Utara namun seluruh Indonesia.
Booking Banyak Titik
Lodewyk menceritakan, penipu booking titik di sejumlah tempat kemudian berkeliling mencari mitra. Yang bersangkutan tidakk mempunya duit alias modal. Pelaku hanya bermodalkan titik dan itu yang kemudian dikenal sebagai jual beli titik MBG.
”Pelaku bilang sudah lewat saya aja, saya ada cantolan jenderal. Dia minta sampai Rp 250 juta sampai Rp 500 juta per titik,” ujarnya.
Selain ”menjual” titik agar mitra bisa memperoleh izin dan membuat dapur SPPG, ia juga menceritakan penipu masih minta Rp 500 untuk satu porsi MBG. Ketika satu dapur membuat 3.000 porsi, penipu bisa memperoleh Rp 500 kali 3.000 dalam sehari.
Pelaku, jelas Lodewyk, bisa memperoleh jutaan dalam sehari dari 1 titik. Bayangkan kalau ia ”menguasai” 5 titik atau bahkan 10 titik, tinggal dikalikan saja. Praktik semacam ini sebenarnya sudah lama terjadi, bahkan sejak awal ada program MBG. Sayangnya, tidak ada yang berani menyampaikan ke public. Kalau pun ada hanya selentingan atau pembicaraan di warung kopi.

Irjen Pol (Purn) Sony Sanjaya Pernah Diisukan Kena OTT 