Warta

Lahan 2.000 Meter di Bantul Terbakar Hanya Karena Puntung Rokok, Waspadai Kemarau Jadi Pemicu Utama

catrawarta.com — Sebuah insiden kebakaran melanda lahan seluas kurang lebih 2.000 meter persegi milik warga di kawasan Mutihan, Kalurahan Srimartani, Kapanewon Piyungan,...

Firefighters and police at a burned clearing with a red fire truck in the background
Kebakaran di lahan kosong Piyungan Bantul berhasil dipadamkan, Rabu (22/7). (Dok. Polres Bantul)

catrawarta.comSebuah insiden kebakaran melanda lahan seluas kurang lebih 2.000 meter persegi milik warga di kawasan Mutihan, Kalurahan Srimartani, Kapanewon Piyungan, Kabupaten Bantul Yogyakarta pada Rabu, 22 Juli 2026 siang.

Peristiwa yang berlangsung di samping area gudang tersebut bermula ketika asap tebal mendadak membumbung tinggi akibat kobaran api yang dengan cepat melahap semak serta rumput kering di lokasi. Beruntung, lahan itu kosong sehingga tak ada korban luka maupun jiwa meski kepanikan sempat melanda warga sekitar akibat api yang terus membesar secara cepat.

Kepala Seksi Humas Polres Bantul, Iptu Rita Hidayanto saat dihubungi menuturkan kronologi kebakaran saat warga sekitar pertama kali menyadari adanya asap yang terus membesar di area tersebut.

“Dari keterangan para saksi, mereka melihat kepulan asap kemudian langsung menuju lokasi untuk memastikan sumbernya. Setelah dicek, api ternyata sudah membakar banyak rumput kering di lahan kosong tersebut,” tutur Rita, Rabu.

​Polisi bersama warga sekitar dan tim relawan Forum Pengananan Rawan Bencana (FPRB) setempat pun berupaya melakukan aksi pemadaman darurat memakai peralatan seadanya guna mencegah kobaran menjangkau bangunan di dekatnya. Hingga armada mobil Pemadam Kebakaran Bantul tiba di lokasi untuk melakukan pendinginan total, sehingga seluruh titik api berhasil dijinakkan secara menyeluruh.

Kendati insiden tersebut tidak sampai menimbulkan korban jiwa maupun kerugian materiil berkat kesiapsiagaan bersama, hasil pemeriksaan awal dari kepolisian mengarah pada satu tindakan sepele sebagai penyebab utamanya.

“Dugaan sementara penyebab kebakaran berasal dari puntung rokok yang dibuang sembarangan. Namun, penyebab pastinya masih didalami berdasarkan hasil pemeriksaan di lapangan,” kata Rita.

​Peristiwa di Bantul ini menjadi alarm tingginya potensi kebakaran seiring masuknya puncak musim kemarau.

Kepala Stasiun Klimatologi BMKG Yogyakarta, Reni Kraningtyas, saat dikonfirmasi pada pertengahan Juli 2026 merilis peringatan resmi terkait fenomena kemarau tahun ini yang dipengaruhi oleh kondisi El Nino moderat hingga kuat.

BMKG mencatat bahwa curah hujan di sebagian besar wilayah DIY telah berada pada level sangat rendah, yakni berkisar antara nol hingga 20 milimeter saja, sehingga potensi kekeringan meteorologis dan kebakaran lahan meningkat drastis.

“Ketiadaan hujan yang diprediksi bisa berlangsung panjang hingga penghujung tahun ini memerlukan kesiapsiagaan ekstra dari seluruh lapisan masyarakat agar tidak terjadi bencana yang mengancam lingkungan serta ketersediaan air bersih,” kata Reni

​Kerentanan ini terbukti dari maraknya kasus kebakaran lahan dan pemukiman yang melonjak signifikan di wilayah DIY dalam beberapa pekan terakhir.

Data dari BPBD Kabupaten Gunungkidul misalnya, mencatat puluhan insiden kebakaran telah terjadi sejak awal tahun, di mana belasan di antaranya melanda area lahan kering dan vegetasi hingga sempat memakan korban jiwa.

Analis Kebakaran Ahli Muda BPBD DIY, Mahujud, mengungkap pemicu utama kebakaran di area terbuka selama musim kemarau kerap berakar dari aktivitas manusia sendiri. Seperti pembakaran sampah pembukaan lahan atau kelalaian mengawasi sumber api sekecil apa pun.

“Kondisi rumput yang gersang dan angin kencang membuat percikan api sekecil apa pun sanggup menjalar dengan sangat cepat dan tidak terkendali,” ujarnya.

​Melihat tingginya ancaman tersebut, masyarakat diimbau untuk mengubah kebiasaan berisiko selama musim kering ini.

Kedisiplinan sederhana seperti tidak membuang puntung rokok yang masih menyala di celah vegetasi kering serta menghentikan tradisi membakar sampah di area terbuka menjadi kunci utama pencegahan musibah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *