catrawarta.com — Sejumlah karangan bunga tampak berjajar di depan Kantor Badan Gizi Nasional (BGN), Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Rabu (3/6/2026). Kehadiran karangan bunga itu menyusul pergantian pimpinan di BGN pada Selasa malam, 2 Juni 2026.
Dikutip dari sindonews.com, sebagian besar karangan bunga berisi ucapan selamat untuk jajaran pimpinan baru BGN, Nanik S Deyang, yang telah ditunjuk dan dilantik Presiden Prabowo Subianto sebagai Kepala BGN menggantikan Dadan Hindayana.
Ucapan selamat datang dari berbagai instansi, termasuk sejumlah perusahaan negara seperti Peruri dan BNI. Karangan bunga yang dipasang di depan kantor BGN ini menarik perhatian warga yang melintas.
Di tengah banyaknya ucapan selamat, terdapat satu karangan bunga yang mencuri perhatian publik karena isi pesannya cukup mencolok. Karangan bunga itu bertuliskan, “Terima kasih Bapak Presiden atas dipecatnya Dadan-Sony-Lodewyk. Selamat bertugas pimpinan BGN yang baru,” demikian karangan bunga yang mengatasnamakan Gema Kosgoro.
Kiriman karangan bunga ini bersamaan dengan penggeledahan Gedung BGN yang dilakukan oleh Kejaksaan Agung. Seperti diberitakan sebelumnya, selama proses penggeledahan, pegawai BGN tidak diperkenankan masuk ke gedung. Akses menuju ruang kerja juga dibatasi, sementara pengamanan di lingkungan kantor BGN diperketat.
Karang bunga kritik sosial seperti ini bukan kejadian pertama terjadi. Dikutip dari faktabanten.co.id, karangan bunga kritik pelayanan juga pernah ditemukan di depan BPN Kabupaten Pandeglang sebagai bentuk protes atas dugaan maladministrasi dalam pelayanan pertanahan pada Jumat, 8 Mei 2026. Dalam karangan bunga itu tertulis, “Turut Berduka Cita atas Wafatnya Standar Operasional Prosedur Pelayanan Kantor Pertanahan Nasional (BPN) Pandeglang oleh Kepala Kantor” dari pengirim yang mengatasnamakan dirinya “Masyarakat Korban Maladministrasi”.

Kejadian serupa juga terjadi di halaman Kantor DPRD Kabupaten Sidoarjo, Senin (9/3/26). Terdapat karangan bunga yang berisi ungkapan kekecewaan atas kurangnya respons serta inisiatif dari DPRD Sidoarjo. Dikutip dari filesatu.co, salah satu karangan bunga bertuliskan, “Turut Berduka Cita atas Meninggalnya Demokrasi di Negeri Ini, Khususnya di DPRD Sidoarjo” serta “DPRD Sidoarjo Gagal Menjadi Wakil Rakyat.”

Selain itu, dikutip dari netralnews.com, Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa di Kementerian Keuangan, Rabu (12/11/2025), juga pernah mendapat kiriman karangan bunga dari para produsen lokal industri food tray atau peralatan makan. Isi dari karangan bunga berupa protes, ungkapan kekecewaan, kritikan, dan harapan para produsen food tray lokal agar dilibatkan dalam program MBG. Salah satu tulisan karangan bunganya adalah “MBG program mulia tapi pabrik food tray gak kebagian ordernya”.

Saat ini, karangan bunga bukan hanya sebagai ucapan selamat ataupun duka cita. Karangan bunga juga sudah berubah menjadi suatu bentuk protes kreatif dan satire dari masyarakat yang dikirimkan kepada pejabat atau institusi publik. Aksi ini dipakai untuk menyampaikan kritik sosial atau kekecewaan atas pelayanan publik suatu instansi maupun kebijakan lainnya dengan nada sindiran.

