Warta

Saran Dino Patti Djalal untuk Prabowo Subianto

catrawarta.com — Pendiri Foreign Policy Community of Indonesia, komunitas kebijakan luar negeri, Dino Patti Djalal menyampaikan kritik, saran dan masukan untuk sahabatnya,...

Two men in suits wearing traditional black caps shake hands during a formal ceremony with seated officials in the background and a portrait on the wall
PENGHARGAAN: Dino Patti Djalal saat menerima penghargaan dari Presiden Prabowo Subianto.(Sumber: dinopattidjalal.com)

catrawarta.comPendiri Foreign Policy Community of Indonesia, komunitas kebijakan luar negeri, Dino Patti Djalal menyampaikan kritik, saran dan masukan untuk sahabatnya, Presiden Prabowo Subianto. Saran itu salah satunya minta agar Prabowo mengurangi intensitas kunjungan ke luar negeri.

Masukan tersebut menjadi polemik dan ada pihak yang menganggap Dino terlalu mencampuri. Ada pula yang menilainya tidak etis. Kendati demikian, tidak sedikit yang membenarkan saran dan masukan berani Dino sebagai evaluasi supaya ada perbaikan ke depan.

Pada akun Instagram resminya, Dino Patti Djalal secara lugas dan tegas memberi saran kepada Prabowo untuk menjaga komunikasi dengan pemimpin dunia lain bisa menggunakan saluran teknologi yakni video call atau zoom call atau telepon.

”Pengalaman saya, suatu kunjungan bilateral biasanya hanya berpusat pada satu pembicaraan yang berlangsung selama 1 jam atau paling banter 2 jam dan selebihnya basa-basi, jamuan dan seremonial yang biasanya tidak perlu,” ungkap Dino yang puluhan tahun berkarya di Kementerian Luar Negeri Indonesia.

Ia mengatakan dengan 1 video call yang bernilai nol rupiah, negara praktis dapat menghemat ratusan miliar dari perjalanan ke luar negeri dan hasilnya dari segi substansi kurang lebih sama. Aksi penghematan melalui zoom call dapat menjawab persepsi sebagian masyarakat yang menganggap perjalanan presiden ke luar negeri cenderung boros dan bersifat jalan-jalan.

Contoh Presiden Meksiko

Dino memberi contoh Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum yang telah 17 kali menelepon Presiden AS Donald Trump dan belum sekalipun melakukan pertemuan bilateral. Padahal, AS adalah mitra perdagangan terbasar bagi Meksiko.

Tidak hanya itu, contoh lain saat kunjungan kerja ke Spanyol, Presiden Sheinbaum bahkan terbang naik pesawat komersil kelas ekonomi untuk memberikan tauladan ke rakyatnya bahwa pengghematan yang diserukannya juga berlaku bagu presiden di tingkat tertinggi.

Selain Presiden Spanyol, ada lagi yang juga melakukan hal sama yakni Perdana Menteri (PM) Singapura Lawrence Wong. Ia terlihat berkali-kali melakukan perjalanan menggunakan pesawat komersil biasa, berbaur dengan masyarakat pada umumnya.

Saat mengikuti pertemuan internasional pun, ia menggunakan pesawat komersil ekonomi bersama penumpang umum. Pemilihan menggunakan transportasi biasa karena program penghematan yang dilakukan negara kaya raya tersebut.

Merespons Kepala Negara Lain

Dino Patti Djalal juga memberi masukan agar Presiden Prabowo dapat memanfaatkan kunjungan ke suatu forum internasional untuk bertemu kepala negara lain yang juga hadir.

”Konon sewaktu menghadiri sidang PBB di New York tahun lalu, Presiden Finlandia Alexander Stubb yang merupakan pemimpin barat yang paling progesrif dan pidatonya juga banyak disorot meminta waktu untuk bertemu dengan Presiden Prabowo di New York tapi tidak pernah direspons, entah kenapa,” ungkap Dino.

Ia menceritakan pula, dalam KTT Asean di Cebu, Filipina baru-baru ini, permintaan seorang kepala pemerintah negara ASEAN untuk mengadakan pertemuan bilateral juga tidak pernah direspons.

”Kami menyarankan istana menerapkan formula 1+8 yaitu dalam menghadiri forum internasional misalnya ke Davos, atau PBB di New York, ASEAN atau G20 dan lain sebagainya,” sarannya.

Presiden, imbuhnya, juga bisa menerima atau bertemu paling tidak dengan 8 kepala negara lain yang juga hadir. Mengapa 8? Menurut Dino, tampaknya angka 8 adalah angka favorit Presiden yang juga dikenal sebagai 08.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *