Catra Milenia

Tubuh Perlu Istirahat, Cegah Stres Usahakan Jam Tidur Tertata

catrawarta.com — Masih ingat lirik lagu Begadang besutan Rhoma Irama? Lagu tersebut mengingatkan gaya hidup begadang yang sering dilakukan anak-anak muda. ”Begadang...

TIDUR: Ilustrasi istirahat dengan tidur sangat baik guna mencegah stres dan berbagai penyakit.(Sumber: Freepik)

catrawarta.comMasih ingat lirik lagu Begadang besutan Rhoma Irama? Lagu tersebut mengingatkan gaya hidup begadang yang sering dilakukan anak-anak muda. ”Begadang jangan begadang, kalau tiada artinya. Begadang boleh saja kalau ada perlunya”.

Lagu itu menggambarkan pentingnya istirahat pada saatnya, pejamkan mata dan tidur ketika badan sudah memberi peringatan. Lirik berikutnya begini, ”…kalau sering kena angin malam, segala penyakit akan mudah datang, darilah itu sayangi badan….”

Nah, karena itu tidurlah, tak perlu memaksakan diri memeloti komputer atau gadget sepanjang malam. Ini yang menjadi kebiasaan anak-anak muda sekarang. Puluhan tahu silam, Bang Rhoma – sapaan akrabnya – sudah mengingatkan untuk menyayangi badan.

Istirahat Sangat Penting

Istirahat, terlebh tidur sangat penting guna menjaga kondisi tubuh. Menurut Dokter Spesialis Kejiwaan dari Departemen Ilmu Kesehatan Jiwa FK-KMK UGM, Ronny Tri Wirasto, tidur bukanlah sekadar kebutuhan istirahat. Tidur merupakan fondasi keseimbangan sistem biologis dan kesehatan mental secara keseluruhan.

”Jika saat bangun merasa badan tidak segar, pegal-pegal, kepala terasa berat, mudah marah, atau mood tidak stabil, pertanda ada metabolisme terganggu,” papar Ronny.

Ketika itu terjadi dalam jangka waktu lama, bisa berdampak bagi seseorang lebih mudah mengalami jantung berdebar, sesak napas, mudah terinfeksi, kulit kusam, hingga penurunan daya tahan tubuh.

Penuhi Jam Biologis

Ia menjelaskan, ketidaksinkronan jam biologis tubuh dapat berdampak pada emosi, metabolisme, hingga meningkatkan risiko penyakit fisik. Tubuh manusia memiliki pusat pengatur ritme biologis yang berfungsi menyinkronkan perubahan gelap dan terang dengan sistem hormon serta metabolisme.

Ketika sistem ini berjalan baik, tubuh mampu menyesuaikan diri secara alami. Akan tetapi pada orang tertentu, pusat pengatur sudah mengalami gangguan sehingga ketika terjadi perubahan dari gelap ke terang atau sebaliknya, tubuh tidak bisa mengenali dan tidak sinkron sehingga muncullah masalah.

”Secara umum ada dua kronotipe atau kecenderungan waktu tidur, yakni tipe lebih awal (earlier) dan tipe lebih malam (later),” ujar Ronny.

Kronotipe pagi cenderung tidur lebih awal, misalnya pukul 18.00–19.00, dan bangun lebih dini. Pada kronotipe malam cenderung tidur pukul 23.00–00.00, bahkan ada yang baru produktif menjelang tengah malam. Tidak ada yang lebih baik atau lebih buruk. Keduanya sama saja, selama tubuh masih bisa berkompensasi dan durasi tidur tetap terpenuhi sekitar 7 – 8 jam.

Gangguan Tak Bisa Tidur

Ronny mengingatkan apabila seseorang tidak bisa tidur malam tanpa alasan pekerjaan atau aktivitas tertentu, dan baru bisa tidur menjelang pagi, kondisi tersebut perlu diwaspadai karena bisa mengarah pada gangguan.

Sayangnya, ada miskonsepsi yang sering menganggap utang tidur bisa langsung diganti dalam satu waktu. Ia menegaskan proses metabolisme tubuh tidak bekerja seperti itu. Utang tidur tidak bisa langsung dibayar lunas. Metabolisme tubuh bekerja bertahap, seperti luka yang butuh waktu sekitar dua minggu untuk pulih, kekurangan tidur juga perlu waktu untuk kembali seimbang.

”Jika kompensasi dilakukan terus-menerus dalam jangka panjang, tubuh akan mengalami kelelahan organik. Dalam kondisi tersebut, respons tubuh bereaksi berlebihan karena stres fisiologis,” tandasnya.

Gejala paling awal biasanya tampak pada emosi. Mood menjadi tidak stabil, mudah sedih, mudah marah, atau naik turun tanpa sebab jelas .Jika gangguan tidur berlangsung lama tanpa penanganan, risiko gangguan kesehatan meningkat, mulai dari ketidakstabilan emosi hingga gangguan fisik.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *