catrawarta.com — Pernyataan politikus Partai Demokrat Andi Arief soal kondisi ekonomi nasional datang pada saat publik sedang memperhatikan arah ekonomi sehari-hari, mulai dari nilai tukar rupiah, pasar saham, harga kebutuhan, lowongan pekerjaan dan lainya. Bagi masyarakat, ekonomi tidak selalu dibaca lewat istilah yang asing dikeseharian mereka, ekonomi bisa dirasakan dari ongkos hidup, cicilan, tabungan yang menipis, atau rencana keluarga yang harus dihitung ulang.
Andi menilai ekonomi Indonesia saat ini memang sedang menghadapi tantangan. Namun, ia mengajak semua pihak memberi dukungan kepada Presiden Prabowo Subianto untuk mencari jalan keluar dan memperbaiki keadaan.
“Ekonomi kita hari ini memang ada tantangan ya,” kata Andi dalam keterangannya, Jumat (5/6/2026).
“Tapi kita dalam situasi seperti ini harus bersatu. Kita semua mendukung Pak Prabowo untuk mencari solusi, agar kembali membaik ekonomi kita,” sambungnya.
Bagaimanapun ekonomi bukan hanya urusan pemerintah pusat atau angka di layar bursa. Ketika rupiah melemah atau pasar bergerak tidak menentu, dampaknya bisa sampai ke banyak lapisan, mulai dari pelaku usaha menahan ekspansi, pekerja khawatir pada stabilitas pekerjaan, dan masyarakat dengan ekonomi kelas menengah lebih hati-hati mengatur belanja.
Andi mengungkapkan harapannya agar indikator ekonomi kembali membaik, terutama rupiah dan pasar saham. “Mudah-mudahan nilai Rupiah kita membaik, kemudian juga pasar saham juga naik lagi gitu,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan posisi Partai Demokrat yang mendorong Presiden Prabowo mencari solusi. Menurut Andi, Demokrat memiliki gagasan bila pemerintah meminta masukan.
“Partai Demokrat mendorong Pak Prabowo untuk bisa mencari solusi. Tapi kalau apakah Partai Demokrat punya solusi? Kalau Pak Prabowo minta kepada Partai Demokrat solusinya, kita ada. Kita menunggu Pak Prabowo bersama-sama koalisi untuk menyelesaikan masalah ini,” imbuh Andi.
Dalam kondisi saat ini, dukungan politik akan diuji bukan dari kerasnya pernyataan, melainkan dari seberapa jauh gagasan yang ditawarkan bisa menyentuh kebutuhan masyarakat. Sebab bagi publik, ekonomi yang membaik bukan hanya soal grafik naik, tetapi kehidupan yang terasa lebih ringan dan tenang.

Rupiah Tembus Rp 18.000 Jadi Bahan Candaan 