catrawarta.com — Nilai tukar rupiah yang terus melemah di hadapan dolar Amerika Serikat (AS) menjadi keprihatinan banyak pihak. Namun ada ungkapan keprihatinan yang agak unik yang viral di media sosial. Akun instagram 4maze memajang foto mata uang rupiah dengan gambar Presiden dan Wakil Presiden, bertuliskan Rp 18.000. Di atasnya tertulis ”Mata Uang Baru Indonesia 18.000”.
Di baliknya, terdapat gambaran penari tradisional, Candi Borobudur dan gunung berapi serta danau. Gambar tersebut memantik komentar beragam yang juga unik, penuh sindiran.
Salah satunya akun muzeeee_e_nya3 yang menuliskan komentar,”Belakang kasih gambaran anak-anak makaan MBG dan backgroundnya lahan sawit”. Komentar itu mendapat dukungan dari akun lain, rudii.8121 yang juga menuliskan,”Di belakangnya gambar anak sekolah keracunan MBG”.
Ada lagi komentar lain,”Harusnya gambar sawir mon”, tulis akun rahmatmulyadi_siregar. Komentar tersebut ditimpali akun naufalfauzandarusman yang membalas,”wkwkwk sawit sama ikn ya”.
Komentar penuh sindiran tersebut makin ramai dengan banyaknya yang mempertanyakan mengapa tidak sekalian membuat yang edisi Rp 19.000 karena sebentar lagi bakal menyentuh ke sana. Namun ada yang mengatakan gambar itu salah, harusnya banjir dan kayu gelondongan di Aceh dan penggundulan hutan di Papua, Kalimantan, Halmahera.
Jual Surat Utang Negara
Sementara itu, Masyarakat Kebijakan Publik Indonesia (MAKPI) dalam keterangan tertulisnya menyebutkan, menyusul ambrolnya rupiah tembus Rp 18.000/USD, aksi jual melanda Surat Utang Negara (SUN).
Pada pukul 10.18 WIB, SUN tenor pendek mengalami kenaikan yield paling tajam. Yield tenor 1 tahun naik 4,6 basis poin (bps) menjadi 7,13 persen, tenor 2 tahun melonjak 8,7 bps ke 6,91 persen, sementara tenor 3 tahun naik 6,9 bps menjadi 6,83 persen. Sedangkan tenor menengah dan panjang, kenaikannya relatif terbatas. Yield tenor acuan 10 tahun pun ikut naik 4,3 bps ke 6,74 persen.
Lembaga itu juga menuliskan, Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti beralasan, pemicunya tensi geopolitik Timur Tengah, serta kebutuhan dolar di dalam negeri masih besar untuk pembayaran dividen dan utang luar negeri.
Situasi serupa dialami tetangga. Ringgit terkoreksi 0,55 persen, dong Vietnam melemah 0,17 persen, dolar Taiwan melemah 0,14 persen. Bank Indonesia tetap meningkatkan intervensi serta memperkuat struktur suku bunga instrumen moneter pro-market guna menarik aliran modal masuk.

