Catra Wisata, Warta

Becak Masih Jadi Angkutan Favorit Wisata Jogja

catrawarta.com — Wisata di Yogyakarta beberapa waktu silam akrab dengan transportasi becak. Saat itu masih berupa becak kayuh. Menyusuri kota terutama Jalan...

Man in a cap sits in a blue and orange pedicab while four uniformed men chat beside a row of orange rickshaws in a sunny parking lot
LISTRIK: Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo naik becak listrik saat penyerahan bantuan dari PT KAI kepada paguyuban pengemudi becak.(Sumber: dok KAI)

catrawarta.comWisata di Yogyakarta beberapa waktu silam akrab dengan transportasi becak. Saat itu masih berupa becak kayuh. Menyusuri kota terutama Jalan Malioboro menggunakan becak kayu sungguh mengasyikkan. Dulu, rombongan wisatawan, terutama asing, biasa naik becak kayuh mengelilingi kota sekaligus mengunjungi sejumlah destinasi wisata.

Kini, keberadaan becak kayuh nyaris punah. Kalau pun ada hanya 1-2, dapat dihitung dengan jari. Itu saja hanya melayani jarak yang pendek, tak lagi bisa mengitari penjuru kota. Gantinya, becak motor atau bentor yang keberadaannya sempat mengundang polemik.

Kebanyakan bentor dimuat apa adanya bahkan terkesan asal-asalan. Semilir angin becak kayuh tergantikan oleh bentor yang sering kali asapnya menyesakkan. Karena itu, pemerintah dan berbagai pihak berusaha mengganti keberadaan bentor dengan becak yang lebih ramah lingkungan. Becak listrik solusinya.

Belum lama, Presiden Prabowo Subianto memberi bantuan becak listrik untuk puluhan pengemudi becak. Kini, PT Kereta Api Indonesia (Persero) berkolaborasi dengan Pemprov DIY dan Pemkot Yogyakarta menyalurkan bantuan 50 unit becak listrik kepada Paguyuban Pengayuh Becak di Kota Yogyakarta.

Modern dan Ramah Lingkungan

Penyerahan 50 Becak Listrik kepada Paguyuban Pengayuh Becak berlangsung di KUPT Pengujian Kendaraan Bermotor, Kantor Dishub Kota Yogyakarta. Penyerahan sebagai bentuk komitmen KAI mendukung program Pemerintah DIY dan Kota Yogyakarta mengembangkan ekosistem transportasi yang modern dan ramah lingkungan.

Tampak hadir Wali Kota Yogyakarta Wasto Hardoyo beserta jajaran Pemerintahan Kota Yogyakarta, jajaran perwakilan Pemerintahan Provinsi DIY, EVP KAI Daop 6 Yogyakarta Bambang Resptiono, VP CSR KAI Sulardi.

EVP KAI Daop 6 Yogyakarta Bambang Resptiono mengungkapkan bantuan becak listrik merupakan bagian dari program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) KAI yang berorientasi pada keberlanjutan, pelestarian lingkungan, serta pemberdayaan ekonomi masyarakat.

”Ini selaras dengan program Pemerintah Provinsi DIY dan Pemkot Yogyakarta dalam mewujudkan transportasi yang low emission, ramah lingkungan dan berkelanjutan untuk mendukung pariwisata dan kelestarian lingkungan,” ujar Bambang.

Kesejahteraan Pengemudi Becak

Bantuan becak listrik merupakan wujud nyata komitmen KAI dalam mendukung transportasi yang berkelanjutan dan ramah lingkungan, sekaligus berpihak pada kemasyarakatan. Bambang berharap bantuan dapat meningkatkan kesejahteraan para pengemudi becak, mengurangi emisi karbon, serta memperkuat citra Yogyakarta sebagai kota budaya dan pariwisata yang berwawasan lingkungan.

”Kolaborasi dengan Pemerintah Daerah DIY dan Pemkot Yogyakarta menjadi kunci keberhasilan berbagai program sosial KAI di wilayah Yogyakarta. KAI sangat mengapresiasi sinergi yang terjalin dengan Pemerintah Daerah DIY,” tandasnya.

Manager Humas KAI Daop 6 Yogyakarta, Feni Novida Saragih menambahkan program tersebut sejalan dengan peran KAI sebagai BUMN transportasi yang tidak hanya berfokus pada layanan perkeretaapian, tetapi juga pada kontribusi sosial dan lingkungan.

”Becak listrik yang diserahkan mengusung konsep modern tanpa meninggalkan nilai-nilai kearifan lokal. Selain lebih ramah lingkungan, penggunaan becak listrik juga dapat membantu meringankan beban kerja pengemudi serta meningkatkan kenyamanan wisatawan,” tegasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *