catrawarta.com — Bandara Internasional Husein Sastranegara di Kota Bandung dijadwalkan kembali beroperasi penuh untuk melayani penerbangan komersial dan pesawat jet mulai 17 September 2026.
Pembukaan kembali bandara tersebut telah mendapat persetujuan Kementerian Perhubungan dan PT Angkasa Pura Indonesia (InJourney Airports), dengan layanan penerbangan rute domestik.
Rencana reaktivasi Bandara Internasional Husein Sastranegara disambut gembira para pedagang dan pelaku usaha di Pasar Baru Bandung. Mereka meyakini kembali beroperasinya bandara akan menjadi momentum kebangkitan sektor perdagangan, pariwisata, dan perekonomian Kota Bandung yang sempat terdampak setelah penerbangan komersial dialihkan ke Bandara Kertajati.

Ketua Himpunan Pedagang Pasar Baru Bandung (HP2B) Iwan Suhermawan mengatakan, pembukaan kembali Bandara Husein merupakan kabar yang telah lama dinantikan para pedagang.
Menurut Iwan, keberadaan Bandara Husein menjadi salah satu pintu masuk utama wisatawan, khususnya dari Malaysia, Singapura, dan Brunei Darussalam yang dikenal memiliki daya beli tinggi.
“Alhamdulillah perjuangan ini akhirnya membuahkan hasil. Kami mengucapkan terima kasih kepada Wali Kota Bandung yang telah mendorong reaktivasi Bandara Husein dan Presiden Prabowo yang telah memutuskan untuk mereaktivasi Bandara Husein. Ini menjadi harapan baru bagi kebangkitan ekonomi Bandung,” kata Iwan dalam keterangannya, Kamis (23/7/2026).
Ia mengungkapkan, sebelum Bandara Husein Sastranegara ditutup, sekitar 30 persen wisatawan yang datang ke Bandung melalui jalur udara masuk melalui bandara tersebut.
Kehadiran wisatawan tersebut, kata dia, tidak hanya menggerakkan roda perekonomian di Pasar Baru, tetapi juga memberikan dampak positif terhadap berbagai sektor usaha lainnya di Kota Bandung dan Jawa Barat.
Pasar Baru, lanjut Iwan, telah lama menjadi salah satu destinasi favorit wisatawan asal Malaysia yang berkunjung ke Bandung. Mereka datang untuk berbelanja berbagai kebutuhan, mulai dari busana muslim, mukena, batik hingga cendera mata.
“Orang Malaysia itu datang ke Bandung karena Pasar Baru. Mereka mencari busana muslim, mukena, batik hingga berbagai cendera mata. Potensi belanjanya sangat besar,” ujarnya.
Namun, setelah Bandara Husein Sastranegara ditutup dan penerbangan dialihkan ke Bandara Kertajati, jumlah wisatawan disebut mengalami penurunan drastis. Salah satu penyebabnya adalah akses perjalanan menuju Bandung yang dinilai lebih panjang dan kurang praktis.
Menyambut reaktivasi Bandara Husein Sastranegara, HP2B mulai menyiapkan sejumlah langkah untuk meningkatkan daya tarik Pasar Baru Bandung.
Persiapan tersebut antara lain meningkatkan kualitas pelayanan kepada pengunjung, memperkuat aspek keamanan dan ketertiban, serta memastikan para pedagang menyediakan produk berkualitas yang mengikuti tren dan ditawarkan dengan harga kompetitif.

