Warta

Deretan ‘Kesalahan’ Dody Hanggodo yang Berujung Peringatan dari Istana

Dody Hanggodo mendapat peringatan dari Istana. Selain gaya bicaranya, ada sederet polemik yang disorot publik.

Menteri pekerjaan umum dody hanggodo yang mendapat perhatian dari istana
Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo yang mendapat perhatian dari Istana. (dok. Wikipedia)

catrawarta.comMenteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo mendapat perhatian khusus dari Istana. Soal gaya bicaranya yang dinilai slengean, Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi berharap agar Dody mampu memperbaiki cara komunikasinya.

Hal ini merupakan buntut dari banyaknya sorotan yang belakangan mengarah ke gaya berbicara Dody di hadapan publik.

Prasetyo menilai, jika terdapat Menteri yang dinilai kurang tepat dalam berkomunikasi kepada publik akan menjadi bahan evaluasi pemerintah dalam waktu dekat. Dia berharap, Dody bisa memperbaiki gaya komunikasinya di masa yang akan datang.

“Jadi kalaupun ada yang berkenaan dengan masalah Menteri, salah seorang Menteri yang kemudian dianggap cara menyampaikan sesuatu ke publik itu dianggap kurang pas, nah itu menjadi catatan untuk nanti kami komunikasi dan kita berharap akan diperbaiki gitu,” tegas Prasetyo di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (21/7) lalu.

Menurutnya, evaluasi dari sisi kinerja punya sistem tersendiri, sementara gaya berbicara bisa dievaluasi sesuai dengan karakter masing-masing pejabat.

Dinilai Arogan

Dody belakangan memang menuai sorotan tajam lantaran dirinya dinilai memiliki gaya berbicara yang kurang tepat, defensive, terkesan menantang, bahkan arogan. Hal ini terlihat saat Dody beberapa kali memberi klarifikasi terhadap berbagai isu yang tengah beredar luas di lingkungan Kementerian PU.

Menanggapi ini, Dody menyatakan jika gaya berbicaranya itu tak lain karena dia berdarah Jawa Timur serta pernah mencicipi pekerjaan di bidang swasta. Sehingga, dia berdalih jika bicaranya yang slengean dan terbiasa lugasitu wajar.

Soal kritik, dia menilai merupakan hal yang baik. Dia bisa memperbaiki diri.   

“Ya gimana, saya ini asalnya dari Jawa Timur, orang swasta, gimana, ya agak slengean, ya sudahlah. Enggak ada masalah. Kritik itu kan bagus. Kritik itu bagus membuat saya lebih bisa memperbaiki diri lagi ke depan,” kata Dody di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (20/7) malam.

Dugaan Isu Nepotisme

Selain gaya bahasa, Dody juga disorot atas dugaan nepotisme di lingkungan Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Diduga, dia memiliki hubungan kekerabatan khusus dengan salah satu komisaris muda.

Isu yang beredar luas menilai, Dody secara sengaja menitipkan keponakannya yang bernama Aisyah Zakiyyah untuk diangkat menjadi Komisaris di PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk.

Meski demikian, Dody sempat menampik keras dugaan yang beredar. Dia bahkan menantang siapa saja untuk bisa membuktikan rumor dengan memberikan paket umrah sekeluarga.

“Gua sayembara, kalau lu bisa buktikan, gua kasih lu umrah sekeluarga lu semua. Enggak! Gua sayembara tuh, gua kasih waktu sebulan!” tegasnya saat diwawancara media di Kompleks Istana Kepresidenan, Rabu (15/7) malam.

Bocornya Surat Perjalanan Dinas Menyangkut Keluarga

Sorotan tajam juga dilayangkan ke Dody usai surat perjalanan dinasnya ke New York. Dalam surat ini, tercantum dua anggota keluarga Dody yakni sang istri, Irma Hermawati serta anaknya bernama Aurellia Tsabitha sebagai bagian dari delegasi.

Meski akhirnya perjalanan dibatalkan, namun gelombang kecaman telah mendarat ke sang Menteri. Dody berdalih, dia lebih memilih untuk meninjau sejumlah pembangunan infrastuktur Jembatan Enang-enang di daerah Aceh.

Sekretaris Jenderal Kementerian PU, Apri Artoto turut menegaskan, pencantuman nama keluarga menteri dalam dokumen perjalanan tersebut dilakukan guna melengkapi proses administrasi visa. Pihaknya memastikan biaya perjalanan keluarga Dody tidak menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Mutasi yang Dianggap ‘Balas Dendam’

Ada juga sorotan kepada Dody usai munculnya isu mutasi pegawai Kementerian PU yang dianggap sebagai aksi ‘balas dendam’. Hal ini berasal dari dugaan publik jika Dody memindahkan ratusan ASN di Kementerian PU ke berbagai daerah pelosok lantaran kecewa dan marah saat surat perjalanan dinasnya bocor ke publik.

Soal ini, Dody menyatakan jika mutase adalah hal yang wajar untuk penyegaran struktur dan penguatan karakter ASN. Namun dalam menanggapi hal ini, lagi-lagi gaya bicaranya ikut disorot.

“Mutasi kan biasa aja. Orang pegawai gue 38.600, masa  enggak boleh mutasi?” tandasnya.

Pakai Pesawat Jet

Kunjungan kerja ke wilayah Indonesia Timur menggunakan pesawat jet senilai ratusan juta juga melengkapi daftar ‘kesalahan’ Dody yang berujung pada peringatan dari Istana. Dilaporkan sebelumnya, Dody diketahui bepergian menggunakan jet jenis Cessna Citation Longitude (Model 700) dengan nomor registrasi PK-CAA / PK-CCA.

Harga sewanya pun tak murah yakni berkisar di angka Rp150 juta hingga lebih dari Rp1 miliar untuk sekali terbang. Meski Dody menegaskan jika pesawat ini bukan sewaan pribadi dan merupakan asset dari Kementerian Perhubungan, namun publik menyoroti soal urgensi penggunaanya hingga harus menggunakan pesawat jet.

“Pesawat yang saya gunakan bukan private jet sewaan. Itu adalah pesawat kalibrasi milik Kementerian Perhubungan,” tegasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *