Warta

Ketua DPRD Bone Aniaya Staf Berujung Dilaporkan ke Polisi

Ketua DPRD Bone dilaporkan atas tuduhan penganiayaan staf. Dia diduga memberi sejumlah perlakuan kasar.

Ketua dprd bone andi tenri walinonong usai dilantik dilantik di ruang rapat paripurna kantor dprd bone tahun 2024 lalu
Ketua DPRD Bone, Andi Tenri Walinonong usai dilantik dilantik di Ruang Rapat Paripurna Kantor DPRD Bone tahun 2024 lalu. (dok. RRI/Ayunia)

catrawarta.comDugaan penganiayaan melibatkan Ketua DPRD Bone Andi Tenri Walinonong terhadap Yuli Novitasari (29), staf Bagian Umum DPRD Bone. Menurut pengakuan korban, dia mengalami pelemparan kue, penyiraman air mineral, hingga pelemparan botol sambal di kantin yang berlangsung pada Rabu (22/7) kemarin.

Korban mengaku, peristiwa ini berawal saat dirinya diminta pertolongan yang bersangkutan untuk mempersiapkan kue hidangan untuk dua tamu Ketua DPRD Bone. Tak berselang lama, Yuli mengantarkan kue dan diletakkan persis di lounge.

“Awalnya diminta siapkan kue untuk dua tamu. Saya ambilkan kue lalu saya siapkan di lounge. Sudah ada satu tamu, kemudian saya ditelepon lagi dan diberi tahu kalau ada satu tamu lagi,” cerita Yuli, Rabu (22/7).

Dia berpendapat, kue tersedia di lokasi karena telah terbagi menjadi dua porsi. Namun beberapa saat kemudian, dia mendapati informasi jika kue yang dipersiapkan telah dibawa ke kantin.

“Mereka bulang kuenya dibawa ke kantin. Saya jawab baik, lalu saya piker mungkin masih ada di lounge. Saya ke lounge bersama Kak Ana dan bertanya kepada petugas di sana soal kue yang sebelumnya saya siapkan untuk dua tamu,” imbuhnya.

Yuli kemudian kembali ke ruangannya. Berselang beberapa waktu, dia mendapat panggilan dari pelaku untuk bertemu. Namun saat tiba di kantin, Yuli mengaku mendapat sejumlah perlakuan kasar.

“Berselang beberapa saat saya kembali ke ruangan. Baru dipanggil sama ibu ketua ke kantin. Pas sampai di kantin, itu kue langsung dilempar semua di mukaku, satu botol air disiramkan, dilemparkan juga botol Lombok, manusia atau bukan kalau begitu,” lanjutnya.

Yuli menambahkan, dia tidak mendapat alasan mengapa dirinya diperlakukan demikian. Sebab, pelaku langsung melontarkan amarah hingga memaki dengan tudingan jika Yuli melarang tamu memakan kue yang dipersiapkan.

Atas perlakuan ini, pelaku resmi dilaporkan ke Polres Bone atas dugaan penganiayaan. Laporan ini dilayangkan Yuli bersama salah seorang Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) berinisial PW pada Rabu (22/7).

Hingga saat ini, kepolisian masih terus melakukan penyelidikan atas serangkaian peristiwa yang dilaporkan korban. Sebelum naik pelaporan ke pihak berwajib, korban diketahui diminta menjalani proses v isum di Rumah Sakit Umum Tenriawaru Bone.

Berdasarkan informasi, pelaku sendiri merupakan politisi Partai Gerindra yang merupakan putri dari pasangan Andi Maddusila Takka dan Andi Hermi Sanawawi. Sang ayah tak lain merupakan pengusaha ulung sekaligus tokoh masyarakat yang disegani di Bone.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *