catrawarta.com — Setiap bulan Juli tentu tak akan dilupakan oleh Presiden ke-5 Republik Indonesia, Megawati Soekarnoputri. Bukan saja Mega – sapaan akrabnya – yang tak bisa lupa, para kader PDI Perjuangan dan juga masyarakat Indonesia yang mengalami masa itu pasti bakal mengenangnya.
Setiap bulan Juli, tepatnya 27 Juli 1996 terjadi peristiwa kelam dalam sejarah demokrasi Indonesia. Bisa jadi ini yang menjadi tonggak perlawanan terhadap rezim Orde Baru di samping berbagai peristiwa lain seperti Malari 1974, Tanjung Priok 1984 dan memuncak pada reformasi 1998 yang memakan korban cukup banyak.
Bahkan hingga sekarang ada 13 orang korban penculikan dari rangkaian menjelang reformasi yang tidak juga kembali. Tidak ada yang pernah bisa mengembalikannya, bahkan teman-teman mereka yang kini berada di ring kekuasaan.
Juli, bulan sakral bagi Megawati. Karena itu, setiap tahun ada peringatan khusus mengenang penyerangan kantor PDI – waktu itu belum PDI Perjuangan – yang juga memakan korban jiwa. Kabarnya, ada juga yang tidak pernah ditemukan, entah meninggal atau hilang begitu saja.
Kali ini, menjelang peringatan 30 tahun peristiwa Kudatuli, PDI Perjuangan membuat pemutaran film, diskusi, pameran foto dan berbagai kegiatan lain. Pada pameran foto dan pemutaran film, Megawati sendiri yang datang dan meresmikannya.
Pesan untuk Anak Muda
Pada pembukaan pameran foto, Megawati Soekarnoputri menurut akun Instagram @moncongputihofficial, secara khusus menitipkan pesan mendalam untuk generasi muda Indonesia.
Ia melihat anak muda Indonesia harus memiliki empat nilai yang menjadi pedoman, demi mewujudkan cita-cita bangsa ke depan. Pesan itu dituliskan usai melihat pameran sejarah dan arsip foto ”Meretas Jalan Demokrasi” di Ruang Museum Koleksi, Taman Ismail Marzuki (TIM), Cikini, Jakarta Pusat, Selasa (21/7/2026).
Megawati didampingi putranya yang juga Ketua DPP PDI Perjuangan Muhammad Prananda Prabowo menonton tayangan video terkait peristiwa penyerangan kantor DPP PDI pada 27 Juli 1996. Tampak pula jajaran pengurus DPP PDI Perjuangan, pemikir kebhinekaan Sukidi dan seniman Butet Kartaredjasa.
Selama tayangan video berdurasi lebih 30 menit itu, Megawati tampak memperhatikan secara serius menyimak tiap cuplikan gambar. Ia juga terharu saat menyaksikan para pendukungnya mendapat kekerasan dari orang-orang berambut berbadan tegap dan kekar yang mengenakan kaos partai.
Kebenaran Pasti Menang
Usai tayangan, Megawati menuliskan pesan panjang di dinding berwarna hitam di salah satu sudut ruang pameran. Ia sempat minta kursi untuk pijakan karena ingin menuliskan pesan di tempat yang agak tinggi. Prananda terlihat memegang punggung Mega dari belakang.
Apa pesan Megawati dalam pameran itu? Ia menulis bagi anak muda Indonesia dan warga negara Indonesia. Begini pesan lengkapnya.
”Anak Muda Indonesia, INGAT!! Keyakinan, Keteguhan, Keberanian, Kesabaran HARUS selalu ada dalam sanubarimu. 4 INI jadi 1 yang disebut: KEBENARAN PASTI MENANG (Satyam Eva Jayate)”.
”Untuk WARGA NEGARA INDONESIA: Warga negara mempunyai HAK yang sama dimata HUKUM!!!”
Tertanda nama di bawah pesan, Megawati Soekarnoputri – Presiden ke V RI. Selasa, 21/7/2026.

