Catra Milenia, Warta

Benarkah Kopi Bermanfaat bagi Kesehatan?

catrawarta.com — Kedai kopi menjamur di Indonesia. Di Yogyakarta, ribuan kedai kopi tersebar di seluruh penjuru daerah. Bukan hanya yang berbentuk kafe,...

Close up of a person sipping from a white mug hands holding the mug near a dark coated face in a soft warm setting
KOPI: Ilustrasi minum kopi, sebaiknya pagi apa malam hari?(Sumber: Freepik)

catrawarta.comKedai kopi menjamur di Indonesia. Di Yogyakarta, ribuan kedai kopi tersebar di seluruh penjuru daerah. Bukan hanya yang berbentuk kafe, warung, kedai, tetapi juga yang ada di jalanan. Orang menyebutnya street coffee. Lihat saja di Kawasan Kridosono, Kotabaru, Gondomanan, dan banyak lagi, menjelang malam penuh dengan penjual kopi jalanan.

Mereka datang menggunakan mobil boks atau cukup sepeda motor yang sudah dimodif. Parkir, menata kursi kecil-kecil yang sedang tren. Sudah cukup itu saja. Konsumen akan datang dan nongkrong hingga pagi menjelang subuh.

Euforia kopi sedang pada puncaknya. Nyaris tiap ruas jalan penuh dengan penjaja kopi. Konsumen tiada berhenti, datang dan pergi. Ini yang sedang tren. Namun, di balik tren tersebut, sebenarnya bermanfaatkah minum kopi? Ada yang percaya mampu meningkatkan stamina tetapi tak sedikit yang mengingatkan risiko kopi bagi Kesehatan.

Pakar teknologi pangan UGM, Dr Widiastuti Setyaningsih mengungkapkan kopi mengandung berbagai komponen bioaktif yang berpotensi bermanfaat bagi kesehatan apabila dikonsumsi secara tepat. Ingat, secara tepat!

Kecuali kafein, kopi juga mengandung asam klorogenat yang memiliki aktivitas antioksidan dan dikaitkan dengan efek fungsional seperti potensi antidiabetes. Ada senyawa trigonelin yang berperan sebagai prekursor pembentuk aroma khas kopi selama proses roasting.

Pengaruh Proses Pengolahan

Menurut Widi, panggilan akrabnya, komposisi kimia kopi, termasuk kandungan gula dan senyawa turunannya, sangat dipengaruhi oleh proses pengolahan, khususnya roasting. Selama proses tersebut, gula mengalami reaksi Maillard (reaksi kimia dengan asam amino) serta karamelisasi, sehingga membentuk berbagai senyawa penyusun aroma dan rasa khas kopi.

”Perubahan komposisi tidak hanya memengaruhi cita rasa, tetapi juga karakteristik kimia kopi secara keseluruhan,” ujarnya seperti dikutip dari laman ugm.ac.id.

Beberapa senyawa turunan seperti gula alkohol (polyols) memiliki nilai kalori lebih rendah dibandingkan gula sederhana, namun tetap memberikan kontribusi energi. Karena itu, manfaat kesehatannya tetap bergantung pada jumlah konsumsi serta cara penyajiannya.

Ia mengingatkan, waktu konsumsi kopi juga menjadi faktor penting. Menurutntya, konsumsi kopi lebih baik pada pagi hingga siang hari untuk membantu menjaga fokus dan performa. Konsumsi kopi pada sore atau malam hari sebaiknya dihindari.

Mengapa harus dihindari? Kafein dapat menunda produksi melatonin dan mengganggu ritme sirkadian, sehingga berpotensi menurunkan kualitas tidur. Konsumsi kopi yang baik pada pagi hingga siang hari, sedangkan pada malam hari dapat mengganggu siklus bangun dan tidur.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *