Warta

Kemenkes Mulai Vaksinasi MR Serentak bagi Tenaga Medis Seluruh Indonesia

catrawarta.com — Kementerian Kesehatan (Kemenkes) secara serentak mulai melakukan pemberian imunisasi Measles-Rubella (MR) atau campak bagi tenaga medis, tenaga kesehatan, hingga dokter...

Ilustrasi imunisasi campak.(Sumber: instagram kemenkes_ri)

catrawarta.comKementerian Kesehatan (Kemenkes) secara serentak mulai melakukan pemberian imunisasi Measles-Rubella (MR) atau campak bagi tenaga medis, tenaga kesehatan, hingga dokter internship.

Imuniasi guna membentengi garda terdepan kesehatan yang memiliki risiko penularan tinggi sekaligus memutus rantai penyebaran virus di lingkungan fasilitas pelayanan kesehatan.

Program tersebut menyasar lebih dari 262.000 tenaga kesehatan yang tersebar di 14 provinsi dengan beban kasus campak tertinggi, termasuk 28.321 dokter internship di seluruh Indonesia. Menurut Plt Dirjen Penanggulangan Penyakit Kemenkes, dr Andi Saguni, perlindungan merupakan prioritas negara.

”Kemenkes berupaya melindungi tenaga medis karena mereka kelompok yang sangat berisiko. Imunisasi dapat membantu penanggulangan kasus campak secara nasional,” paparnya.

Tren Mulai Menurun

Andi mengungkapkan, data surveilans menunjukkan tren kasus campak nasional sebenarnya mulai melandai secara signifikan. Dari puncak 2.220 kasus pada awal tahun 2026, angka tersebut merosot menjadi 195 kasus pada minggu ke-13.

Meski demikian, pemerintah menolak lengah dan tetap memperketat kewaspadaan di wilayah-wilayah zona merah seperti Aceh, DKI Jakarta, hingga Nusa Tenggara Barat.

Capaian imunisasi tambahan (Outbreak Response Immunization/ORI) juga terus dipacu di tingkat kabupaten/kota. Hingga 9 April 2026, Kota Depok mencatatkan rekor gemilang dengan capaian 100 persen, disusul Kabupaten Bima sebesar 80,8 persen dan Kota Palembang yang menyentuh angka 60,9 persen.

Proses vaksinasi di rumah sakit dilakukan berdasarkan riwayat imunisasi masing-masing personel. Tenaga kesehatan yang belum pernah divaksin wajib menerima dua dosis dengan interval 28 hari, sementara mereka yang baru menerima satu dosis akan diberikan satu dosis tambahan untuk memastikan perlindungan optimal.

Berlangsung di 6 Rumah Sakit

Kegiatan mulai berlangsung serentak di enam rumah sakit rujukan utama, mulai dari RSUP H Adam Malik di Medan hingga RS Kemenkes Makassar. Direktur Utama RSUP H Adam Malik, dr Zainal Safri, menyambut positif inisiatif itu.

”Harapannya, kejadian campak pada orang dewasa bisa dicegah karena riwayat imunisasi lama belum tentu memberikan proteksi maksimal saat ini,” jelasnya.

Di Palembang, RSUP Dr Mohammad Hoesin menyatakan kesiapan penuh melayani ratusan tenaga kesehatan agar mereka dapat bertugas tanpa rasa cemas. Langkah ini dianggap krusial untuk menjaga stabilitas layanan kesehatan di tengah ancaman penyakit menular.

Kekhawatiran senada diungkapkan dr Nur Aliza dari RSPI Prof Dr Sulianti Saroso, yang mencatat lonjakan pasien campak hingga hampir 70 orang hanya dalam empat bulan pertama tahun ini. Pihaknya berkomitmen mempercepat distribusi vaksin secara bertahap kepada seluruh karyawan rumah sakit.

Dari perspektif praktisi lapangan, dr Rizky, seorang dokter internship di RSUD Kota Bandung, menilai vaksinasi sebagai bentuk perlindungan ganda. Menurutnya, vaksin bukan hanya melindungi diri sendiri, tetapi juga memberikan rasa aman bagi pasien yang mereka tangani setiap hari.

Pencanangan imunisasi MR ini diharapkan menjadi momentum titik balik dalam pengendalian campak di Indonesia tahun 2026. Masyarakat yang membutuhkan informasi lebih lanjut mengenai program ini dapat menghubungi layanan resmi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *