catrawarta.com — Usulan menarik dilontarkan Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai. Ia menyebutkan gagasannya agar masyarakat sipil bisa mengisi jabatan utama di kepolisian. Pasalnya, selama ini banyak pula polisi yang mengisi jabatan sipil di berbagai bidang.
”Kalau selama ini anggota Polri bisa jadi pejabat di institusi sipil, kementerian, dan lembaga, maka sebaiknya juga ada dari kalangan sipil yang bisa menduduki jabatan utama di institusi Polri,” ungkap Pigai seperti dikutip dari sindonews.com.
Menurutnya, masih dikutip dari media itu, keterlibatan profesional sipil dalam jabatan-jabatan tersebut merupakan praktik yang berkembang di berbagai negara demokratis modern.
Lebih jauh ia mengatakan usulan tersebut juga dinilai sejalan dengan semangat reformasi yang menempatkan kepolisian sebagai institusi sipil yang profesional, modern, dan demokratis.
Pernyataan Pigai menjadi viral di dunia maya. Berbagai akun menanggapi keberanian Pigai mengungkapkan gagan tersebut. Ada pula yang menyatakan tidak hanya di kepolisian tetapi juga di militer. Ada keseimbangan antara polisi dan militer yang menduduki posisi di sipil begitu pula sebaliknya.
Hal yang Lumrah
Tidak sedikit yang mendukung pernyataan Pigai dan menilai gagasan itu merupakan pemikiran jauh ke depan dalam negara modern. Sehingga tidak ada dikotomi sipil nonsipil, membuat masing-masing tidak memiliki impunitas.
Pigai mengatakan gagasannya merupakan hal yang lumrah dalam negara modern. Pelibatan sipil dalam jabatan utama nonoperasional di lembaga kepolisian hal yang wajar.
”Kenapa saya bilang warga sipil bisa menjadi pejabat utama di Polri? Semua negara modern di dunia menerapkan apa yang dinamakan civilian oversight,” ujar Pigai dikutip dari detik.com.
Ia mengatakan hal itu Ketika menghadiri Kongres XI Gerakan Pemuda Marhaenis di Jembrana, Bali, Sabtu (6/6/2026). Tak sekadar bicara, ia memberi contoh Kepolisian New York Amerika Serikat. Begitu pula polisi di Belanda, Prancis dan Inggris. Namun demikian, hal-hal yang berbau teknis operasional tetap dijabat polisi.
Pigai menegaskan akan segera membuat aturan dan mendengar masukan dari para pakar, nasional maupun internasional. Bukan hanya di polisi, jabatan serupa bisa juga di militer. Ia menegaskan akan segera mematangkan gagasannya.

Suku Mandar dan Warisan Tenun Sutranya 