Warta

Selain Love Scam, Penipuan Investasi Juga Marak

catrawarta.com — Penipuan online masih marak di Indonesia. Kerugian diperkirakan mencapai triliunan rupiah. Kecuali love scam yang belum lama ini terbongkar, ada...

Close up of a person with dark hair tied back wearing a red shirt looking to the side in an indoor setting
ASMARA: Sindikat penipuan online terutama love scam, menugaskan sosok yang menarik seperti Fabiola Elizabeth Agnes, bisa juga sosok pria untuk menggaet korban.(Sumber: instagram genztalk.id)

catrawarta.comPenipuan online masih marak di Indonesia. Kerugian diperkirakan mencapai triliunan rupiah. Kecuali love scam yang belum lama ini terbongkar, ada pula penipuan investasi yang juga terjadi di Jawa Tengah. Ada penipuan berkedok investasi di Purwokerto dan juga koperasi di Salatiga dan sekitarnya.

Kasus penipuan yang baru saja terbongkar yakni love scam melibatkan mantan artis keturunan Jerman, Fabiola Elizabeth Agnes. Ia menjadi salah satu pelaku yang berperan penting dalam penipuan. Tugasnya menjadi sosok yang melakukan pendekatan kepada calon korban.

Setelah dekat – memanfaatkan kedekatan pribadi dan jebakan asmara – pelaku akan menguras kantong korban. Sebelum era teknologi, penipuan berkedok asmara juga pernah sudah sering terjadi. Ingat seorang kakek yang menipu istri barunya dengan iming-iming deposito miliaran rupiah?

Nah, itu salah satu bentuk penipuan berkedok asmara yang menggunakan pola konvensional. Ada pula yang menjanjikan menikah tetapi setelah mendapat keuntungan keuangan segera pergi dan menghilang. Bisa juga membawa kabur sepeda motor, mobil perhiasan dan lainnya.

Modus penipuan yang semakin kompleks membuat masyarakat harus makin waspada. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) selalu mengingatkan dan mengedukasi agar masyarakat mewaspadai bentuk-bentuk penipuan keuangan.

Penipuan Berkedok Investasi

Di wilayah Purwokerto, Jawa Tengah, OJK bertindak cepat menindaklanjuti kasus dugaan penipuan berkedok investasi. Lembaga itu minta korban segera melakukan pelaporan ke Kantor OJK Purwokerto ataupun melalui Kontak Konsumen OJK (021) 157, WhatsApp 081157157157 dan Aplikasi Portal Pelindungan Konsumen (APPK) OJK https://kontak157.ojk.go.id.

Kepala Departemen Surveillance dan Kebijakan Sektor Jasa Keuangan Terintegrasi, Agus Firmansyah memaparkan dugaan penipuan berkedok investasi muncul setelah sejumlah pihak melaporkan telah menjadi korban.

Pelaku penipuan seorang mantan pegawai Bank Mandiri Taspen (Mantap) Kantor Cabang Purwokerto. Jajaran manajemen bank tersebut telah dipanggi OJK untuk dimintai penjelasan mengenai kasus tersebut. Pasalnya, banyak korban terindikasi menggunakan dana pinjaman atau kredit dari Bank Mantap dan dipakai dalam investasi.

Agus menegaskan, OJK minta Direksi Bank Mantap untuk melakukan investigasi lebih lanjut terutama mengenai jumlah nasabah yang kemungkinan menjadi korban penipuan investasi. Bank Mantap juga harus membantu mendampingi korban penipuan.

Berdasarkan laporan yang masuk, Agus mengatakan OJK juga sedang memeriksa kebenaran informasi bahwa korban penipuan berkedok investasi di Purwokerto tidak hanya dari nasabah Bank Mantap. Ada pula yang menyinggung sejumlah nasabah bank lain di Purwokerto menjadi korban.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *