Catra Budaya

Dari Film Menuju Gim, Setan Alas! Bukti Kreativitas Vokasi

catrawarta.com — Ada yang menarik di balik pembuatan film horor yang sudah melanglang buana ke Texas, London, hingga Toronto, yakni Setan Alas!...

Ilustrasi salah satu adegan Setan Alas!(Sumber: Sekolah Vokasi UGM)

catrawarta.comAda yang menarik di balik pembuatan film horor yang sudah melanglang buana ke Texas, London, hingga Toronto, yakni Setan Alas! (The Draft!). Film yang sudah tayang di Indonesia beberapa Waktu lalu tersebut ternyata menyimpan kisah unik.

Karya garapan sutradara Yusron Fuadi ini bukan sekadar film horor biasa. Setan Alas! membawa premis segar tentang sekelompok mahasiswa yang terjebak di vila tua kawasan Kaliurang.

Menariknya, film tidak mengandalkan jumpscare murahan, melainkan membangun ketegangan lewat konflik psikologis dan kepungan ratusan zombie yang diperankan banyak figuran lokal.

Lahir dari tantangan pimpinan Sekolah Vokasi UGM untuk menghidupkan laboratorium multimedia, proyek tersebut berubah menjadi karya kolosal. Bayangkan saja, produksinya melibatkan ratusan siswa SMK dari Jogja dan Solo serta mahasiswa yang terjun langsung belajar teknis di tengah tantangan cuaca hujan Kaliurang yang syahdu tapi ekstrem.

Mengenai judul, Yusron punya alasan unik. Nama Setan Alas! rupanya terinspirasi dari keberagaman umpatan khas Indonesia yang sangat komunikatif bagi penonton.

“Ini filmnya orang banyak, elemen masyarakat yang banyak, dan sangat dekat dengan kita,” ujar Yusron saat sesi bincang media.

Borong Berbagai Penghargaan

Kualitasnya pun tak main-main. Sebelum mendarat di bioskop, film berdurasi 84 menit tersebut sudah memborong gelar Best Film, Best Storytelling, dan Best Editing di JAFF 2023. Bahkan sutradara kondang Joko Anwar sampai memberikan testimoni, “Amazing, Awesome, dan Mindblowing!”

Kejutan tak berhenti di layar lebar. Semesta Setan Alas! kini merambah dunia gaming lewat gim digital berjudul “Ganyang Setan Alas”. Proyek ambisius itu digarap selama tiga tahun oleh lima mahasiswa UGM sebagai topik skripsi mereka, yang dikembangkan dari versi Android hingga kini menembus platform PC.

Wakil Dekan Sekolah Vokasi UGM, Wiryanta, menyebut gim sangat spesial karena mengambil latar nyata di Hutan Wanagama. Proses pengolahan data visualnya pun sangat teknis, mahasiswa belajar mengelola aset digital raksasa hingga mampu dikompres menjadi gim yang siap bersaing secara global.

Targetnya pun ambisius, gim Ganyang Setan Alas direncanakan segera rilis di platform distribusi internasional, Steam. Hal ini membuktikan kreativitas mahasiswa vokasi tidak hanya berhenti di tugas kuliah, tapi mampu bertransformasi menjadi produk industri kreatif yang punya daya jual tinggi.

Dekan Sekolah Vokasi UGM, Prof Agus Maryono, memberikan dukungan penuh pada proyek kolektif fim dan gim. Baginya, film dan gim merupakan bukti nyata sinergi multidisiplin ilmu, mulai dari IT, manufaktur, hingga manajemen ekonomi dalam mencari pendanaan dan strategi pemasaran yang jitu. Kehadiran Setan Alas! menjadi bukti institusi pendidikan bisa menjadi pusat industri kreatif yang kompetitif.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *