Warta

KUR dan Kredit UMKM Tumbuh Positif, Pemerintah Perkuat Akses Permodalan dan Pasar

catrawarta.com — Pemerintah mencatat perkembangan positif dalam penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan pembiayaan bagi sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM)....

Two men shake hands while presenting a glass award plaque the recipient in a white uniform smiles as onlookers watch in the background
Menko Muhaimin Iskandar usai rapat mengenai KUR dan UMKM. (Istimewa)

catrawarta.comPemerintah mencatat perkembangan positif dalam penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan pembiayaan bagi sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Capaian ini dinilai menjadi indikator penting dalam upaya memperkuat pemberdayaan ekonomi masyarakat, khususnya bagi pelaku usaha mikro dan kecil.

Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pemberdayaan Masyarakat (PM), Muhaimin Iskandar, mengatakan, tren penyaluran kredit untuk UMKM terus menunjukkan peningkatan yang signifikan. Pemerintah, menurutnya, akan terus mengoptimalkan berbagai skema pembiayaan agar manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh pelaku usaha.

“Perkembangan KUR dan kredit UMKM secara umum sangat positif. Pemerintah terus bekerja keras agar penyaluran pembiayaan ini benar-benar memberikan dampak nyata bagi pelaku UMKM,” ujar Muhaimin usai Rapat Terbatas Menteri di Mbloc Space, Jakarta, Senin (4/5/2026).

Ia menegaskan, pemerintah tidak hanya berfokus pada tingginya angka penyaluran kredit, tetapi juga pada kualitas dan dampaknya terhadap pertumbuhan usaha serta penciptaan lapangan kerja.

Meski demikian, Muhaimin mengakui masih terdapat sejumlah tantangan dalam penyaluran pembiayaan, seperti potensi kredit macet dan terbatasnya akses pasar bagi pelaku UMKM. Oleh karena itu, pemerintah berkomitmen menciptakan ekosistem pasar yang lebih kondusif agar produk UMKM dapat terserap secara optimal.

“Kami tidak ingin pelaku UMKM terjebak dalam kredit macet. Karena itu, selain pembiayaan, akses pasar juga harus dipastikan terbuka luas,” tegasnya.

Dalam rapat koordinasi tersebut, pemerintah juga menyoroti pentingnya pengembangan ekonomi kreatif di desa. Sektor pariwisata dan usaha berbasis kearifan lokal dinilai memiliki potensi besar untuk menjadi sumber pertumbuhan ekonomi baru di daerah.

Sementara itu, Menteri UMKM Maman Abdurrahman mengungkapkan, dalam satu dekade terakhir, alokasi kredit perbankan untuk sektor UMKM terus meningkat. Pada 2025, total kredit yang disalurkan mencapai sekitar Rp1.487 triliun, dengan realisasi KUR sebesar Rp270 triliun.

Namun, ia menekankan bahwa keberhasilan program pembiayaan tidak semata diukur dari besaran kredit yang disalurkan, melainkan juga dari kemampuan pelaku usaha dalam memasarkan produknya.

“Ada kondisi di mana UMKM sudah mendapatkan pembiayaan dan mampu memproduksi barang, tetapi tidak terserap pasar. Hal ini berpotensi menimbulkan kredit macet,” jelasnya.

Ia juga menyoroti derasnya arus barang impor sebagai salah satu tantangan utama bagi produk UMKM untuk bersaing di pasar domestik. Untuk itu, Kementerian UMKM terus mendorong strategi yang mengintegrasikan pembiayaan dengan penguatan akses pasar.

Melalui sinergi kebijakan antara pembiayaan, akses pasar, serta kolaborasi lintas sektor, pemerintah optimistis UMKM Indonesia akan semakin tangguh dan mampu menjadi tulang punggung perekonomian nasional.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *