catrawarta.com — Tabrakan kereta api kembali terjadi di Grobogan, Jawa Tengah. Kali ini, Kereta Argo Bromo Anggrek menabrak mobil Toyota Avanva di perlintasan sebidang. Akibatnya, empat orang penumpang Avanza meninggal.
Kejadian tersebut seperti dikutip dari cnnindonesia.com, terjadi di Jalan Tuko – Sidorejo, Dusun Sugihan, Desa Tuko, Kecamatan Pulokulon, Kabupaten Grobogan. Mobil Avanva pada Jumat dinihari melintasi perlintasan sebidang yang biasanya dijaga secara swadaya oleh warga sekitar.
Kepolisian setempat menjelaskan, sekitar pukul 02.45, mobil Avanza melintas di perlintasan tersebut dari arah Sidorejo menuju Purwodadi. Kendaraan dengan penumpang 9 orang itu mencoba melintasi perlintasan sebidang namun mesin tiba-tiba mati.
Saat itulah dari kejauhan dating kereta Argo Bromo Anggrek. Kecelakaan tidak terhindarkan dan kereta menabrak Avanza hingga terlempar sejauh 20 meter, masuk ke sawah. Empat penumpang mobil meninggal dan lainnya mengalami luka serius.
Manajer Humas KAI Daop 4 Semarang, Luqman Arif membenarkan peristiwa tersebut. Ada dugaan mobil Avanza kurang berhati-hati sehingga saat melintas tidak melihat lebih dulu akan ada kereta lewat atau tidak. Perjalanan kereta api jurusan Gambir-Surabaya itu sempat terganggu tetapi segera bisa melanjutkan perjalanan.
Pihaknya selama ini selalu mengingatkan masyarakat yang melintasi perlintasan sebidang untuk ekstra hati-hati. Banyak perlintasan yang tidak dijaga atau dijaga secara swadaya oleh masyarakat. Namun, kadang penjagaan tidak selama 24 jam sehingga mereka yang melintas harus lebih waspada.
Kereta Tabrak Truk
Sebelumnya, Kereta Api Dhoho juga menabrak truk bermuatan pasir di perlintasan Jalan Imam Bonjol, Kota Blitar. Kecelakaan terjadi akibat truk menerobos perlintasan sebidang dan macet di tengah-tengah rel. Tabrakan tak terhindarkan.
Manajer Humas KAI Daop 7 Madiun, Tohari menjelaskan perlintasan tersebut merupakan perlintasan resmi dan berpalang. Sebelum kejadian, sinyal sudah berbunyi dan palang sudah bergerak menutup. Truk berusaha menerabas dan mogok di tengah-tengah rel.
Tim Traffic Accident Analysis (TAA) Ditlantas Polda Jawa Timur sudah turun menangani kecelakaan tersebut. Menurut Korlantas Polri, olah tempat kejadian perkara dilakukan secara komprehensif dengan dukungan teknologi pemindaian modern.
Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Jatim AKBP Septa Firmansyah mengatakan, pihaknya melakukan analisis menyeluruh untuk mengungkap penyebab pasti kecelakaan tersebut. Polisi menganalisa kejadian kecelakaan dari segi kereta api maupun truk.
”Kami juga melakukan pengecekan apakah penyebabnya dari kontur jalan atau faktor human error,” ungkap Septa.
Ia menjelaskan, tim menggunakan metode traffic accident analysis guna mengukur kecepatan kendaraan sebelum tabrakan terjadi. Pemindaian dilakukan dari delapan titik di sepanjang jalur rel, mulai dari lokasi benturan hingga beberapa titik sebelumnya untuk merekonstruksi pergerakan kereta.

Dari Kampus ke Besalen: Menjaga Nyala Api Tradisi dari Yogyakarta 