catrawarta.com — Dua turis asing asal Austria meninggal setelah jembatan gantung dari kayu di wisata air terjung Cunca Wulang, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur. Keduanya terjatuh dari atas dan meninggal di tempat kejadian. Foto dan rekaman korban beredar di media sosial.
Polisi mengeluarkan pernyataan agar tak ada lagi yang menyebarkan ke media sosial dan media lainnya. Penyebaran foto atau rekaman orang meninggal dapat diancam UU ITE.
Di banyak negara, orang yang merekam atau memotret korban kecelakaan bisa langsung dihukum. Aparat di sana akan menegur keras ketika melihat ada orang memotret atau merekam kecelakaan. Di Indonesia, ketika terjadi kecelakaan justru banyak yang mengabadikannya.
Kapolres Manggarai Barat, AKBP Christian Kadang menegaskan, masyarakat segera menghentikan penyebaran foto korban. Ada ancaman pidana bagi mereka yang menyebarkan foto-foto korban.
Penyebab Jembatan Ambrol
Korban yang Bernama Jurgen Perjul berusia 55 tahun dan Astrid Perjul merupakan wisatawan dari Austria yang sedang menikmati keindahan kawasan Labuan Bajo. Mereka berjalan menuju air terjun Cunca Wulang melalui jembatan gantung kayu.
Tak disangka, ketika sampai di tengah-tengah, papan yang diinjak ambrol membuat keduanya langsung jatuh ke sungai di bawahnya. Kondisi sungai selain berisikan air juga bebatuan.
Kepala Kantor SAR Maumere, SAR Mission Coordinator, Fatur Rahman seperti dikutip dari detik.com, menyebutkan papan jembatan patah saat diinjak. Kedua korban jatuh tepat di bebatuan sungai yang berada di bawah jembatan.
Sementara itu, pemandu wisata yang melihat kejadian, Muhammad Muhardin mengungkapkan peristiwa tersebut terjadi secara tiba-tiba dan sangat cepat. Mereka ingin diabadikan sehingga minta Muhardin untuk merekam saat berjalan di jembatan.
Ketika berjalan baru 10 meter, papan jembatan ambrol membuat keduanya langsung jatuh ke sungai bebatuan di bawah. Saksi melihat dengan jelas kejadian itu karena memang diminta mengabadikan.
Saksi sangat terkejut dan segera mencari bantuan ke posko petugas setempat. Tim SAR langsung bergerak cepat dan mengevakuasi korban. Kedua korban ditemukan dalam kondisi meninggal. Evakuasi berlangsung cepat meskipun kondisi sungai yang curam, banyak batu dan licin.
Kejadian tersebut membuat netizen menilai kurangnya perhatian pengelola wisata pada fasilitas destinasinya. Harusnya, pengelola secara berkala memeriksa kondisi fasilitas umum terlebih yang vital.

Pesan dari Jogja 