Warta

FK UNRI Angkat Bicara Soal Tewasnya Dokter PPDS di Riau

FK UNRI belum lama ini angkat bicara mengenai tewasnya dokter residennya berinisial AKL.

Gedung rektorat universitas riau tampak depan
Gedung Rektorat Universitas Riau Tampak Depan. (dok. UNRI)

catrawarta.comPenemuan mayat peserta Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Anestesiologi dan Terapi Intensif FK UNRI berinisial AKL (30) mengundang atensi besar di Tanah Air. FK UNRI sendiri turut memberi tanggapan atas kabar meninggalnya sang dokter muda.

Dalam akun Instagram resminya @fkunri_official, FK UNRI memberi ucapan duka cita atas tewasnya AKL. Unggahan itu diberi foto yang bersangkutan serta ungkapan duka cita mendalam.  

Ada caption unggahan yang menyatakan duka mendalam yang tengah dirasakan segenap keluarga besar Fakultas Kedokteran UNRI.

“Segenap keluarga besar Fakultas Kedokteran Universitas Riau menyampaikan rasa duka cita yang mendalam atas wafatnya dr. Alex Cristo Loris, PPDS Anestesiologi dan Terapi Intensif FK UNRI,” demikian dikutip dari keterangan unggahan, Rabu (15/7).

Dalam keterangannya, segenap civitas akademika memberikan doa mendalam agar keluarga yang ditinggalkan dapat diberikan kekuatan, ketabahan, dan penghiburan. Dedikasi serta pengabdian AKL juga turut mendapat atensi.

“Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan, ketabahan, dan penghiburan dalam menghadapi masa duka ini. Terima kasih atas dedikasi, pengabdian, dan kontribusi beliau selama menjadi bagian dari keluarga besar Fakultas Kedokteran Universitas Riau. Semoga segala kebaikan dan kenangan indah yang ditinggalkan senantiasa dikenang. Selamat jalan, dr. Alex Cristo Loris,” tutup dalam keterangan unggahan.

Obituary poster for dr Alex cristo loris from fakultas kedokteran universitas riau with floral frame and condolence message
Ungkapan duka cita FK UNRI di akun Instagram resmi. (dok. Instagram @fkunri_official)

Sebagai aksi nyata, UNRI menegaskan jika pihak kampus hingga kini masih terus melakukan beberapa langkah sejak korban dilaporkan hilang. Setidaknya, ada koordinasi, memfasilitasi proses pemulasaran jenazah, hingga memberikan transportasi menuju rumah duka yang berlokasi di Bagan Batu, Rokan Hilir.

“Universitas berupaya memberikan pendampingan terbaik kepada keluarga, mulai dari proses penanganan jenazah hingga pemulangan ke rumah duka. Kami juga hadir dari sivitas akademika untuk menyampaikan belasungkawa secara langsung kepada keluarga,” jelas Wakil Rektor Bidang Akademik Universitas Riau Mexsasai Indra, Rabu (15/7).

Dia melanjutkan, UNRI turut menghormati keseluruhan proses yang dilakukan petugas hingga hasil resmi autopsi resmi dirilis. Mexsasai mengimbau agar masyarakat tak berspekulasi sendiri mengenai penyebab kematian AKL.

“Kami menyerahkan sepenuhnya proses penanganan kepada apparat yang berwenang,” tegasnya.

Dokter PPDS di Riau Ditemukan Tewas di Samping RS

Sebelumnya, jenazah dokter berinisial AKL ditemukan tak bernyawa di samping Gedung RSUD Tengku Rafian Siak, Riau, Selasa (14/7). Berdasarkan pencarian di lokasi dari identitas yang ditemukan, korban ternyata merupakan dokter yang tengah menjalani PPDS atau Dokter Residen Anestesi.

Korban berinisial AKL (30) ini ditemukan sekitar pukul 11.30 WIB. Pelacakan korban dan penemuan jasadnya dilakukan sejak yang bersangkutan dilaporkan sang istri, YM (31) yang juga bertugas sebagai dokter dan tinggal di asrama RSUD Tengku Rafian, bahwa sejak Senin (13/7) sore, sosoknya tak kembali ke kediaman dan nomor teleponnya juga tidak bisa dihubungi.

Dari hasil rekaman CCTV, ditemukan jejak terakhir AKL yang terlihat berjalan seorang diri keluar dari kawasan Gedung RSUD dan menuju ke Jalan Raja Kecik. Saat ditelusuri, korban ditemukan sudah tak bernyawa di semak belukar. Korban lantas dievakuasi ke RS Bhayangkara Pekanbaru untuk menjalani proses autopsi. Hingga kini, belum diketahui secara pasti mengenai penyebab kematian dari AKL.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *