Warta

Berada dalam Situasi ‘Risk-off’, Indonesia Perlu Penguatan Pilar Daya Saing

catrawarta.com — Saat ini dapat dikatakan, Indonesia berada dalam situasi ‘risk-off’, yakni meningkatnya kehati-hatian ekonomi akibat ketidakpastian struktural dan global. Akar persoalannya...

Sejumlah narasumber di sarasehan Asta Cita Presiden Prabowo di Kampus Universitas Paramadina, Jakarta (Istimewa)

catrawarta.comSaat ini dapat dikatakan, Indonesia berada dalam situasi ‘risk-off’, yakni meningkatnya kehati-hatian ekonomi akibat ketidakpastian struktural dan global. Akar persoalannya terletak pada ketimpangan kebijakan ekonomi nasional yang berdampak pada kelumpuhan struktural.

Ekonom senior Ichsanuddin Noorsy memaparkan analisis tajam mengenai arah pembangunan ekonomi nasional itu dalam serial sarasehan kebangsaan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto di Kampus Paramadina Cipayung, Jakarta Timur, Rabu (25/2/2026) petang.

Kegiatan ini diselenggarakan Dewan Nasional Pergerakan Indonesia Maju (DN-PIM) bekerja sama dengan Universitas Paramadina dan dibuka Rektor Universitas Paramadina Didik J Rachbini serta kemudian ditutup Ketua Umum DN-PIM Din Syamsuddin. Selain Noorsyi, narasumber lain adalah ekonom Anthony Budiawan dan Wijayanto Samirin.

Dalam paparannya, Noorsyi menampilkan kerangka ‘7 Indikator Kerentanan Ekonomi Indonesia’ yang menggambarkan potensi kelumpuhan ekonomi jika tidak dilakukan pembenahan kebijakan secara fundamental.  Ia menyoroti tiga indikator utama kerentanan yakni depresiasi rupiah yang berkelanjutan, ruang fiskal negara yang semakin sempit akibat beban utang dan bunga serta krisis kepercayaan publik terhadap sistem ekonomi.

Sebagai jalan keluar, Ichsanuddin menekankan pentingnya penguatan pilar daya saing dan ketahanan nasional secara simultan. Meliputi modal intelektual, modal sosial, pengelolaan sumberdaya alam, efisiensi ekonomi serta tata kelola pemerintahan yang baik.

 “Tidak kalah penting, harmonisasi antara pendekatan ekonomi syariah, yang menekankan keadilan dan perlindungan ekonomi rakyat, dengan ekonomi konstitusi. Yang menegaskan pengelolaan sumber daya alam untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat,” ujarnya.

Penguatan UMKM

Sementara ekonomi Anthony Budiawan menyebutkan, struktur ekonomi Indonesia didominasi usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM), namun dengan tingkat produktivitas tenaga kerja yang masih rendah. Mengingat  persoalan utama UMKM terletak pada skala usaha yang kecil, adopsi teknologi yang terbatas, akses pembiayaan yang sempit serta keterbatasan integrasi ke dalam rantai nilai global. “Untuk penguatan UMKM perlu strategi industrialisasi, kalau tidak,  jelas berisiko membakukan ekonomi informal dan menghambat realokasi tenaga kerja menuju sektor formal dan modern,” tandasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *