catrawarta.com — Penayangan film ”Pesta Babi, Kolonialisme di Zaman Kita” telah menembus di angka 1.800 titik. Selain itu, juga berada pada 23 titik di luar negeri. Angka tersebut tercatat selama 40 hari musim nonton bareng. Sebanyak 50 titik di antaranya dibubarkan aparat.
Selain yang dibubarkan, belum tercatat berbagai komunitas yang membatalkan agenda nonton bareng alias nobar karena intimidasi dan teror. Meskipun pemerintah telah menyatakan tidak ada pelarangan pemutaran film tetapi faktanya di lapangan masih banyak terjadi pembubaran bahkan sebelum nobar.
Kini, film Pesta Babi telah resmi dirilis di Youtube oleh JubiTV. Televisi online yang berpusat di Papua tersebut memang menjadi salah satu media terbesar di sana dan sering menyampaikan kondisi terbaru di Tanah Papua.
Newsjubi dalam akunnya menyatakan perolehan angka bukan sekadar statistik. Capaian itu merupakan denyut nadi solidaritas yang dihidupkan oleh oleh seluruh komunitas. Ada warga kampung, pelajar, mahasiswa, guru, masyarakat adat hingga tokoh agama.
”Dari lubuk hati yang paling dalam, kami menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya dan rasa terima kasih yang tak terhingga kepada Dandhy Laksono dan Cypri Dale yang telah melahirkan karya penting ini,” tutur status dalam newsjubi.
Dapat Diakses Umum
Ungkapan apresiasi juga disampaikan kepada mitra kolaborator mulai dari Ekspedisi Indonesia Baru, Jubi.id, Greenpeace, Pusaka, LBH Papua Merauke yang terus mengawal suara-suara yang harus didengar. Tak ketinggalan untuk seluruh penyelenggara nobar di seluruh Indonesia.
Peluncuran penayangan di JubiTV berlangsung di Papua. Salah satu pejuang masyarakat adat yang juga tokoh penting dalam film Pesta Babi yakni Vincent Kwipalo. Ia secara resmi merilis penayangan di Youtube.
Film tersebut yang diangkat berdasarkan situasi dan kondisi nyata di Papua, dokumenter, membuat mata masyarakat Indonesia terbuka. Banyak yang akhirnya mengetahui kondisi sebenarnya di sana. Mereka yang baru tahu akhirnya mengungkapkan, Papua sedang tidak baik-baik saja.
Pemerintah dan juga TNI Angkatan Darat menyatakan tidak ada pelarangan pemutaran. Tentara menegaskan tidak ada instruksi untuk melarang atau membubarkan. Aktivitas pelarangan merupakan keputusan dan kebijakan pemerintah daerah setempat.
Setelah melalui banyak kendala, sekarang film Pesta Babi dapat dilihat secara langsung di Youtube. Penyelenggara sempat melonggarkan syarat permintaan film agar keluarga-keluarga bisa menikmati di rumah. Semula ada syarat minimal 25 orang agar bisa nobar tapi akhirnya menjadi 10 orang. Ini juga sebagai langkah antisipasi pembubaran.

Syekh Yusuf, Ulama Lintas Benua Ilmu Seluas Cakrawala 