catrawarta.com — Iptu Sena Ali Purnama (Arya Saloka) harus memerankan diri sebagai seorang intel. Tukang ketoprak pun harus dijalani demi bisa mengintai target. Situasi menjadi pelik ketika tiba-tiba Davina (Asha Assuncao) datang minta tolong agar menjadi pacar pura-pura akibat dikhianati pacar lama.
Bagi penikmat sinetron Terikat Janji, rating pertama RCTI sampai tulisan ini dibuat, kisah mereka berdua mampu mempermainkan perasaan, terutama kaum Hawa. Naik turun, jauh dekat, suka duka, cinta benci seolah hadir bergantian setiap hari. Ketika mau sampai di klimaks, seperti kebiasaan sinetron kita, penonton diajak menunggu adegan hari berikutnya. Tapi bukan itu yang hendak dielaborasi.
Potret Sena, dengan segala kegantengannya sebagai seorang aktor, harus dilekatkan dengan profil polisi yang sedikit banyak kita tahu dan memahaminya. Ada kebohongan yang terpaksa harus dipelihara demi penyamaran tak terbongkar. Ada keintiman yang sengaja dipertontonkan sebagai seorang anak manusia. Namun, berulang kali penyergapan, dan gagal hanya karena kekurang sigapan tim Sena, seolah mengonfirmasi tugas polisi. Eh, namanya juga drama sinetron, apapun kondisi dan tantangannya, Sena harus jadi hero.
Bagaimana dengan polisi kita? Masih banyak PR yang harus dikerjakan secara simultan. Di satu sisi masyarakat tak bisa menutup mata terhadap keberadaan Kapolri Listyo Sigit Prabowo, yang dikenal sebagai orang dekat mantan Presiden Jokowi, di sisi lain ada banyak kasus yang menguap begitu saja tanpa ada penyelesaian yang memuaskan dahaga keadilan masyarakat. Keegganan Presiden Prabowo Subianto untuk mengganti Listyo jelas merupakan barometer seberapa kuat pengaruh Jokowi.
Dengan personil 436.000 orang, kita berharap kepolisian mampu menempatkan diri secara proporsional. Negara sedang dalam kondisi tak baik-baik saja, sedangkan masyarakat semakin menanjak jalan hidupnya. Kesalahan prosedur penanganan, misalnya, seharusnya diminimalisir sekecil mungkin sambil tetap menjaga marwah kepolisian negara sebagai pelindung masyarakat.
Tak perlu seideal Hoegeng Iman Santoso, sosok Kapolri yang bersih dan bersahaja tanpa mengurangi sikap tegas, tetapi setidaknya jangan menyakiti hati rakyat yang tiada lelah memberinya gaji. Sesekali bolehlah diingat, selepas purna sebagai anggota kepolisian, bukankah akan kembali hidup bersama masyarakat dan menjadi rakyat biasa? Catatan terbaik adalah amal kebaikan, ia akan selalu menjadi teman baik saat bertugas maupun setelah purna.
Akhirnya, Dirgahayu Hari Bhayangkara ke-80. Cobalah, camkan kata hati Iptu Sena saat merasa berulang kali membohongi Davina, kekasih almarhum adiknya yang kian lengket dengannya.
“Semarah apapun kamu saat ini, sebenci apapun kamu sama semua kebohonganku, aku tetap berharap Davina, semoga masih tersisa ruang maaf di hati kamu”.
Masih banyak polisi yang mendarma baktikan jiwa raganya demi Indonesia. Tak sedikit polisi kita yang peduli dengan harkat kemanusiaan meskipun hidup dalam keterbatasan. Semoga sisi humanis bisa dibuktikan dalam kehidupan untuk sama-sama mengisi kemerdekaan. Dan, jangan lupa meminta maaf kepada rakyat juga Tuhan atas segala kesalahan. Dirgahayu!
Ksatrian Sendaren, 1 Juli 2026

