Catra Budaya, Warta

Kemenbud Usul Aksara Kawi Jadi Warisan Budaya UNESCO

Kemenbud) akan mengusulkan Aksara Kawi sebagai warisan budaya dunia ke UNESCO.

Kemenbud berencana mengusulkan aksara kawi sebagai warisan budaya dunia ke unesco
Menteri Kebudayaan Fadli Zon menerima kunjungan La Nyalla Mahmud Mattalitti bersama para pegiat Aksara Kawi dari Yayasan Satria Lelaku Nusantara di Kantor Kementerian Kebudayaan, Jakarta, Selasa (30/6/2026). (dok Kementerian Kebudayaan)

catrawarta.comKementerian Kebudayaan (Kemenbud) akan mengusulkan Aksara Kawi sebagai warisan budaya dunia ke UNESCO. Pengusulan itu dinilai memiliki peluang besar karena jejak penggunaan Aksara Kawi juga ditemukan di sejumlah negara Asia Tenggara.

Menteri Kebudayaan, Fadli Zon, mengatakan Aksara Kawi dapat diajukan melalui skema joint nomination bersama negara lain, seperti Filipina, Thailand bagian selatan, dan Kamboja bagian selatan.

“Pengusulan melalui skema urgent safeguarding juga dapat menjadi alternatif mengingat Aksara Kawi merupakan aksara yang keberlangsungannya perlu terus dijaga,” kata Fadli Zon saat menerima kunjungan La Nyalla Mahmud Mattalitti bersama para pegiat Aksara Kawi dari Yayasan Satria Lelaku Nusantara di Kantor Kementerian Kebudayaan, Jakarta, Selasa (30/6/2026).

Selain itu, Fadli mengusulkan penyusunan ensiklopedia aksara Nusantara sebagai upaya memperkuat dokumentasi sekaligus memajukan berbagai aksara yang berkembang di Indonesia.

Ia juga menyatakan dukungan terhadap rencana penyelenggaraan Kongres Aksara Kawi pada 2027 sebagai wadah kolaborasi untuk memperkuat pelestarian dan pengembangan Aksara Kawi.

“Kami mendukung rencana penyelenggaraan Kongres Aksara Kawi pada tahun 2027 sebagai ruang kolaborasi untuk memperkuat pelestarian dan pengembangan Aksara Kawi,” ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, Pembina Yayasan Satria Lelaku Nusantara, La Nyalla Mahmud Mattalitti, memaparkan rencana pembangunan Portal Aksara Kawi sebagai wadah yang menghubungkan berbagai komunitas sekaligus memperluas ruang pelestarian aksara di era digital.

Menurut La Nyalla, portal tersebut diharapkan menjadi langkah awal untuk membangun gerakan pelestarian Aksara Kawi yang lebih terstruktur, kolaboratif, dan berkelanjutan.

“Kami akan membangun Portal Aksara Kawi sebagai ruang bersama untuk menghimpun komunitas, memperluas kolaborasi, dan memperkuat upaya pelestarian Aksara Kawi,” ujarnya.

Sementara itu, Pemimpin Redaksi Portal Aksara Kawi, Rachmad Setiawan, menjelaskan portal tersebut digagas oleh komunitas Satria Lalangkusantara sebagai pusat informasi sekaligus simpul kolaborasi bagi komunitas, akademisi, pegiat budaya, pemerintah, hingga pelaku industri budaya.

Menurutnya, portal itu diharapkan dapat mendorong pengembangan UMKM berbasis Aksara Kawi, memperkuat kajian manuskrip, mendukung kaderisasi pegiat, serta menjadi bagian dari ekosistem digital pelestarian budaya.

“Portal media ini diharapkan dapat menjadi rumah bersama bagi komunitas Aksara Kawi yang mampu menyinergikan berbagai pihak dalam memajukan pelestarian aksara,” kata Rachmad Setiawan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *