Catra Budaya

Dana Indonesiana Raya Bertambah Rp 6 Triliun, Kemenbud Sederhanakan Akses

catrawarta.com — Pemerintah Indonesia, melalui Kementerian Kebudayaan (Kemenbud), kembali meluncurkan inisiatif penting bagi sektor seni dan budaya. Dana Abadi Kebudayaan, kini dikenal...

Menbud Fadli Zon (tengah) saat memberikan keterangan. (Istimewa)

catrawarta.comPemerintah Indonesia, melalui Kementerian Kebudayaan (Kemenbud), kembali meluncurkan inisiatif penting bagi sektor seni dan budaya. Dana Abadi Kebudayaan, kini dikenal sebagai Dana Indonesiana Raya, telah mengalami peningkatan signifikan, dari Rp 5 triliun menjadi Rp 6 triliun.

“Khusus untuk tahun 2026, alokasi anggaran yang disiapkan mencapai Rp 500 miliar,” ujar Menteri Kebudayaan (Menbud) Fadli Zon, dalam keterangannya .

Pertumbuhan  dana terus membaik dan akumulasi pokok dari tadinya Rp 5 triliun, sekarang menjadi Rp 6 triliun. Alokasi tahun 2026 sekitar Rp 500 miliar,” ucap Fadli Zon,

Temukan Lebih Banyak

Proses untuk mendapatkan dana ini dirancang sebagai sebuah kompetisi yang transparan. Para pelaku seni budaya perlu mengajukan proposal yang kemudian akan melalui seleksi ketat. Penjurian akan dilakukan dua tim penilai yang berfokus pada kelengkapan data dan substansi proposal.

Merespons keluhan dari para seniman terkait kerumitan akses di tahun-tahun sebelumnya, Kementerian Kebudayaan telah melakukan berbagai perbaikan. Fadli Zon menyoroti upaya penyederhanaan proses melalui aplikasi yang dikembangkan bersama Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP).

Dana Indonesia Raya 2026 dirancang dengan empat fokus utama guna memperkuat ekosistem budaya nasional sekaligus memperluas akses pendanaan hingga ke daerah. Menurutnya, pembaruan ini menjadi langkah strategis pemerintah dalam memastikan program kebudayaan lebih inklusif, transparan dan berkelanjutan.

Empat Fokus Utama Dana Indonesia Raya 2026, yakni pertama, penguatan Dana Abadi Kebudayaan. “Pemerintah meningkatkan dana pokok untuk menjamin keberlanjutan pembiayaan program budaya di Indonesia dalam jangka panjang,” ujarnya.

Penyederhanaan Layanan Digital

Kedua, penyederhanaan layanan digital. Pemerintah melakukan pembenahan sistem berbasis teknologi informasi agar proses pendaftaran, verifikasi, hingga pelaporan menjadi lebih mudah dan transparan bagi para pelaku budaya. Ketiga, perluasan cakupan program.

Pada 2026, Dana Indonesia Raya mencakup empat skema utama dengan 12 kategori, termasuk dukungan terhadap warisan budaya takbenda yang diakui UNESCO. “Saat ini, Indonesia tercatat memiliki 16 Warisan Budaya Takbenda dunia, di antaranya wayang, batik, keris, hingga kolintang,” ungkapnya.

Keempat, pelibatan balai kebudayaan di daerah. Sebanyak 33 balai pelestarian kebudayaan dilibatkan untuk memperluas sosialisasi, pendampingan serta evaluasi program, terutama di luar Pulau Jawa dan wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).

Langkah ini diharapkan mampu mengatasi ketimpangan penerima manfaat yang selama ini masih terpusat di wilayah tertentu.

Dana Indonesia Raya 2026 akan disalurkan melalui empat skema utama yang menyasar berbagai sektor kebudayaan, di antaranya, Fasilitasi Bidang Kebudayaan, di mana memberikan dukungan bagi lembaga, organisasi dan komunitas budaya, termasuk kegiatan restorasi dan pelestarian.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *