catrawarta.com — Cacar adalah penyakit akibat virus yang yang mungkin usianya sudah setua manusia itu sendiri. Pada tahun 1956 WHO memperluas cakupan vaksinasi cacar dan pada tahun 1980 menyatakan bahwa cacar telah musnah dengan vaksinasi.
Sejarah panjang penggunaan virus untuk mengatasi penyakit menular dimulai dari masa Yunani ketika sekelompok orang yang berhasil sembuh dari cacar tidak terinfeksi ketika ada wabah kedua.
Pada 1000 M orang Tiongkok mempraktekkan bentuk kuno dari vaksinasi yang disebut variolasi. Variolasi merupakan proses pemindahan virus cacar dari luka infeksi penderita cacar kepada orang sehat.
Pada tahun 1876 di Berkeley, sebuah pedesaan di Inggris, dr. Edward Jenner memberi suntikan berisi nanah dari lesi cacar sapi pada James Phipps. Awalnya James kecil yang diberi suntikan mengalami rasa tidak nyaman, pusing, dan kehilangan selera makam. Namun hal tersebut hanya berlangsung beberapa hari.
Ketika terjadi wabah, meski Jenner berkali-kali melakukan variolasi namun ternyata James tidak infeksi dan tetap sehat. Hal ini menjadi awal mula perkembangan vaksin hingga saat ini.
Vaksin berasal dari kata variolae vaccinae (cacar sapi). Istilah ini dibuat oleh dr. Edward Jenner (yang mengembangkan konsep vaksin dan menciptakan vaksin pertama) untuk menyebut penyakit cacar sapi.
Beberapa tahun kemudian, Louis Pasteur, seorang ahli kimia asal Prancis menemukan vaksin untuk rabies. Sejak saat itu istilah vaksin lebih umum digunakan untuk menyebut suspensi berisi mikroorganisme yang telah dilemahkan atau di nonaktifkan.
Vaksin merupakan obat sediaan biologis yang meningkatkan pertahanan tubuh terhadap penyakit infeksi tertentu. Terbuat dari mikroorganisme yang dilemahkan atau dimatikan, agen dalam vaksin merangsang sistem imun mengenali dan menghancurkan mikroorganisme yang berhubungan dengan agen tersebut saat ditemui pada masa depan.
Vaksin dapat bersifat profilaksis (misalnya untuk mencegah atau memperbaiki dampak akibat infeksi patogen pada masa depan) atau terapeutik (misalnya vaksin terhadap kanker.
Penerapan vaksinasi secara luas telah menciptakan kekebalan kelompok yang berperan penting dalam pemberantasan cacar di seluruh dunia dan pembatasan sejumlah penyakit seperti polio, campak, dan tetanus di banyak belahan dunia. Saat ini telah diterbitkan izin untuk vaksin bagi dua puluh lima jenis infeksi yang dapat dicegah.

Hantavirus Mengancam Kelompok Rentan Ini 