Catra Cendekia

Dunia Makin Kompleks, Ketahanan Nasional Kunci Hadapi Ketidakpastian Global

catrawarta.com — Penguatan ketahanan nasional merupakan fondasi utama bangsa. Langkah tersebut sangat krusial untuk menghadapi dinamika peradaban global yang semakin kompleks dan...

Wakil Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Wamenko Polkam) Letjen TNI (Purn) Lodewijk F Paulus.(Sumber: Instagram lemhanas_ri)

catrawarta.comPenguatan ketahanan nasional merupakan fondasi utama bangsa. Langkah tersebut sangat krusial untuk menghadapi dinamika peradaban global yang semakin kompleks dan penuh ketidakpastian.

Wakil Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Wamenko Polkam) Letjen TNI (Purn) Lodewijk F Paulus mengungkapkan hal itu saat mewakili Menko Polkam dalam kuliah umum di Lemhannas RI, Jakarta. Di hadapan peserta PPRA LXIX dan P3N XXVII Tahun 2026, ia memaparkan strategi keamanan nasional dalam merespons perubahan peradaban dunia.

Ia menyoroti pergeseran geopolitik, geoekonomi, dan teknologi global yang memicu spektrum ancaman yang sangat luas. Lodewijk mengingatkan ancaman tersebut kini hadir dalam bentuk konvensional maupun nonkonvensional yang harus diantisipasi secara saksama.

Instrumen Utama Negara

Lodewijk merumuskan geostrategi Indonesia ke dalam konsepsi ketahanan nasional sebagai instrumen utama negara. Kebijakan itubertujuan menjamin tegaknya hukum, menjaga stabilitas nasional, serta mendorong kesejahteraan dan keamanan seluruh elemen masyarakat.

Terkait posisi strategis Indonesia sebagai negara kepulauan, ia menuntut pendekatan kebijakan luar negeri yang lebih adaptif. Pemerintah tetap konsisten menjalankan politik luar negeri bebas aktif guna menjaga keseimbangan kepentingan nasional di kancah internasional.

Ia juga menekankan penerapan prinsip good neighbor policy dalam membangun hubungan dengan negara-negara lain. Langkah ini bertujuan menciptakan kawasan yang stabil dan kondusif bagi pertumbuhan ekonomi serta keamanan regional.

Orientasi Diplomasi Indonesia

”Sebagaimana pesan Presiden Prabowo bahwa seribu kawan terlalu sedikit dan satu lawan terlalu banyak,” ujar Lodewijk.

Pernyataan tersebut menjadi dasar orientasi diplomasi Indonesia yang memprioritaskan kerja sama daripada konfrontasi. Ia menegaskan seluruh kebijakan strategis nasional tetap berpijak pada Pembukaan UUD NRI Tahun 1945. Landasan hukum tertinggi tersebut menjadi kompas bagi Kemenko Polkam dalam merumuskan arah geopolitik di bidang politik dan keamanan.

Di akhir paparan, Lodewijk mengajak para peserta Lemhannas untuk berperan aktif menjawab tantangan bangsa di masa depan. Ia berharap calon pemimpin nasional mampu melahirkan solusi inovatif bagi persoalan strategis Indonesia.

Gubernur Lemhannas RI Ace Hasan Syadzily beserta jajaran pejabat tinggi menyambut langsung kunjungan Wamenko Polkam tersebut. Pertemuan memperkuat sinergi antara pemerintah dan lembaga pendidikan tinggi pertahanan dalam mengawal stabilitas nasional.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *