Catra Cendekia, Warta

Blueemoon Peristiwa Biasa, Tidak Berwarna Biru

catrawarta.com — Bulan yang tampak terlihat penuh pada 30-31 Mei 2026 diistilahkan sebagai bluemoon. Banyak yang mengira bulan berubah warna menjadi biru....

Full moon rising behind dark clouds at dusk with a crimson skymoody night scene
BULAN: Purnama yang terjadi dua kali dalam sebulan seperti pada Mei 2026 disebut dengan istilah bluemoon.(Sumber: Freepik)

catrawarta.comBulan yang tampak terlihat penuh pada 30-31 Mei 2026 diistilahkan sebagai bluemoon. Banyak yang mengira bulan berubah warna menjadi biru. Wajar saja, karena istilah yang dipakai bluemoon yang secara harafiah bulan biru.

Tidak ada yang luar biasa dalam peristiwa bluemoon. Dosen Kelompok Keahlian Astronomi, FMIPA ITB, Evan Irawan Akbar MSi membantah bulan berubah warna menjadi biru pada 31 Mei malam.

Ia menegaskan, istilah bluemoon untuk menyebut bulan purnama kedua yang terjadi dalam satu bulan Masehi yang sama. Pada Mei 2026, purnama pertama terjadi pada 2 Mei, sedangkan purnama kedua terjadi pada 31 Mei 2026.

Pada laman itb.ac.id, Evan menjelaskan, bulan fase kuartal pertama, diambil dengan teleskop diameter 20 cm dan kamera smartphone di Observatorium Bosscha serta dokumentasi kegiatan praktikum mahasiswa Astronomi ITB.

Ia mengungkapkan, bluemoon sebenarnya merupakan peristiwa biasa dalam astronomi. Fenomena ini terjadi karena periode sinodis bulan, yaitu rentang waktu dari satu purnama ke purnama berikutnya, berlangsung sekitar 29,5 hari. Sementara itu, satu bulan dalam kalender Masehi dapat terdiri atas 30 atau 31 hari.

”Ini sebenarnya peristiwa biasa. Istilah tersebut digunakan untuk menyebut bulan purnama kedua yang terjadi dalam satu bulan Masehi,” jelas Evan seperti dikutip dari itb.ac.id.

Satu Kali Satu Bulan

Pada kondisi umum, paparnya, bulan purnama terjadi satu kali dalam satu bulan. Akan tetapi, karena panjang bulan kalender Masehi sedikit lebih panjang daripada siklus purnama, terdapat kemungkinan dua purnama terjadi dalam bulan yang sama.

Lebih lanjut diterangkannya, karena periode purnama sekitar 29,5 hari, sedangkan satu bulan Masehi bisa 30 atau 31 hari, maka bisa terjadi dua purnama, misalnya di awal dan di akhir bulan. Nah, inilah yang disebut dengan istilah bluemoon.

Evan berkali-kali mengatakan, peristiwa tersebut tidak berkaitan dengan perubahan warna bulan. Pada 31 Mei 2026, bulan akan tampak seperti purnama biasa, tidak lebih besar, tidak lebih terang, dan tidak berwarna biru.

Kendati demikian, bulan memang dapat terlihat kebiruan dalam kondisi atmosfer tertentu, misalnya ketika terdapat partikel besar di atmosfer akibat letusan gunung berapi. Salah satu catatan sejarah menyebutkan bahwa setelah letusan Krakatau pada 1883.

Sebagian masyarakat Eropa melihat matahari terbenam dan bulan dengan warna yang tidak biasa, termasuk tampak kebiruan. Fenomena itu bukan bluemoon, hanya saja memang tampak seperti biru karena debu vulkanik.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *