Catra Budaya

Siswa SDN Minomartani 1 Outing Class Mengunjungi Dua Pusat Sejarah

catrawarta.com — Sebanyak 23 siswa kelas 5 SDN Minomartani 1 Ngaglik Sleman mendapatkan pengalaman belajar yang berbeda dari biasanya. Alih-alih berada di...

Group of students in matching uniforms posing together on a school trip in front of vredeburg fort The girls wear white hijabs and floral tops while the boys wear matching shirts and white pants
Para siswa SDN Minomartani 1 Ngaglik Sleman saat berada di halaman Beteng Vredeburg. (Istimewa)

catrawarta.comSebanyak 23 siswa kelas 5 SDN Minomartani 1 Ngaglik Sleman mendapatkan pengalaman belajar yang berbeda dari biasanya. Alih-alih berada di dalam kelas, mereka diajak mengunjungi dua pusat sejarah di Yogyakarta, yaitu Museum Benteng Vredeburg dan Museum Sonobudoyo, pada Rabu (22/4/2026).

Kegiatan ini menjadi alternatif pembelajaran karena ruang kelas sedang digunakan untuk pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) siswa kelas 6. Wali kelas pun menginisiasi metode belajar di luar kelas atau outing class, agar siswa tetap mendapatkan pengalaman belajar yang bermakna.

Di Museum Benteng Vredeburg, para siswa tampak antusias mengamati diorama perjuangan bangsa yang disajikan secara visual. Melalui diorama tersebut, mereka dapat memahami alur sejarah Indonesia dengan lebih nyata dan mudah dipahami.

Perjalanan kemudian dilanjutkan ke Museum Sonobudoyo. Di sini, siswa diajak mengenal berbagai koleksi budaya seperti wayang, keris, dan benda-benda tradisional lainnya. Pengalaman ini membuka wawasan mereka tentang kekayaan budaya Indonesia yang beragam.

Selama kegiatan berlangsung, para siswa didampingi oleh wali kelas serta orang tua yang turut berpartisipasi. Kehadiran mereka tidak hanya memastikan kegiatan berjalan lancar, tetapi juga menambah semangat belajar anak-anak.

Menurut wali kelas, kegiatan ini bertujuan agar siswa tidak hanya belajar dari buku, tetapi juga melihat langsung peninggalan sejarah dan budaya. Dengan cara ini, diharapkan tumbuh rasa cinta terhadap budaya sekaligus membentuk karakter siswa yang aktif dan kreatif.

Kegiatan belajar seperti ini menjadi bukti bahwa pembelajaran dapat dilakukan di mana saja, tidak terbatas pada ruang kelas, dan justru bisa menjadi pengalaman yang lebih berkesan bagi siswa.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *