catrawarta.com — catrawarta.com – Generasi Z mulai mengubah cara pandang terhadap karier. Jalur linear—lulus, bekerja tetap, naik jabatan—tidak lagi menjadi satu-satunya pilihan.
Fenomena ini terlihat dari meningkatnya minat terhadap pekerjaan fleksibel, freelance, hingga multi-career path di kalangan anak muda.
Survei global dari Deloitte (2025) menunjukkan lebih dari 49% Gen Z tidak lagi melihat pekerjaan tetap sebagai tujuan utama, melainkan sebagai salah satu opsi.
Di Indonesia, tren ini juga mulai terlihat.
Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), proporsi pekerja informal di kelompok usia muda mengalami peningkatan dalam beberapa tahun terakhir, seiring berkembangnya ekonomi digital.
Psikolog, A. Kasandra Putranto, menilai perubahan ini bukan sekadar tren, tetapi respons terhadap realitas baru.
“Gen Z tumbuh di era ketidakpastian. Mereka tidak lagi percaya pada satu jalur aman, sehingga memilih opsi yang lebih fleksibel,” ujarnya.
Hal ini juga dirasakan oleh Rafi (24), pekerja kreatif di Bandung.
“Saya pernah coba kerja kantoran, tapi rasanya terlalu kaku. Sekarang saya lebih nyaman kerja freelance, walaupun nggak selalu stabil,” katanya.
Namun, fleksibilitas ini juga datang dengan risiko—ketidakpastian pendapatan, minimnya jaminan sosial, hingga tekanan untuk terus relevan.
Di tengah perubahan ini, satu hal menjadi jelas: karier tidak lagi soal “naik tangga”, tetapi soal bagaimana bertahan dan beradaptasi.

Petugas Haji Embarkasi YIA Dilantik, Pilot Project Terapkan Sistem Tanpa Asrama 