Catra Budaya, Warta

Warga, Ormas dan Komunitas Malioboro Deklarasi ‘Jaga Jogja dengan Cinta’

catrawarta.com — Ribuan massa dari berbagai organisasi kemasyarakatan (ormas), paguyuban dan Komunitas Malioboro memadati kawasan Titik Nol Kilometer Yogyakarta, Rabu (29/4/2026). Aksi...

Large group of people on a stage posing for a photo behind a white banner with jogja text and circular logo hints outdoors at event
Paguyuban dan Komunitas Malioboro mendeklarasikan 'Jaga Jogja dengan Cinta'. (kedaulatanrakyat)

catrawarta.comRibuan massa dari berbagai organisasi kemasyarakatan (ormas), paguyuban dan Komunitas Malioboro memadati kawasan Titik Nol Kilometer Yogyakarta, Rabu (29/4/2026). Aksi dimulai dengan membentangkan bendera Merah Putih. Peserta yang terdiri prajurit bregada, penarik andong, pengemudi becak, hingga pedagang kaki lima ini berjalan beriringan memenuhi jantung kota guna menyuarakan satu komitmen, Jaga Jogja dengan Cinta.

Aksi yang diinisiasi Forum Jogja Damai (FJD) ini menjadi pernyataan sikap tegas dari akar rumput. Mereka berikrar untuk pasang badan menjaga keamanan Yogyakarta sekaligus menolak segala bentuk demonstrasi yang berujung anarkis, terutama di kawasan Malioboro yang menjadi simbol budaya dan ekonomi warga.

Walikota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, yang hadir di lokasi bersama jajaran, termasuk perwakilan Kapolresta Yogyakarta dan Komandan Kodim (Dandim) 0734/Kota Yogyakarta menyampaikan apresiasi mendalam. Menurutnya, kehadiran elemen masyarakat, ormas, paguyuban dan Komunitas Malioboro selama ini terbukti efektif meredam dinamika kericuhan di jalanan. 

Walikota Hasto menegaskan, aksi nyata warga  ini merupakan bukti komitmen kolektif dalam menciptakan ketenangan agar Yogyakarta tetap istimewa bagi siapa saja..

Korlap Forum Jogja Damai sekaligus Ketua Umum Merkids, Hasanudin, menjelaskan, aksi ini merupakan pengingat bagi siapa pun yang ingin menyampaikan pendapat di Yogyakarta agar tetap menjunjung tinggi kedamaian dan tidak mengganggu roda ekonomi para pekerja di Malioboro.

Ia menegaskan, seluruh elemen, mulai dari penarik gerobak sampah, pedagang, ormas, seniman hingga Komunitas Malioboro, telah sepakat untuk menjaga wajah Yogya dari kerusakan akibat demonstrasi yang tidak bertanggung jawab. “Kalau sampai ada aksi anarkis, kita siap siapapun itu, akan kita gempur bareng-bareng,” tegas Hasanudin. Turut hadir Tim FJD, Arif Prihantoro yang akrab disapa Ndoro Klenteng.

Tim Negosiator FJD sekaligus Ketua Umum Forum Komunikasi Jogja Raya (FKJR), Ir Kusnanto MM, menekankan pentingnya membangun citra baru ormas yang teduh dan harmonis melalui kolaborasi bersama TNI, Polri, dan Pemerintah. Dengan kekuatan sekitar 168 ormas yang tergabung dalam FJD, pihaknya ingin memastikan para wisatawan maupun pelajar yang datang ke Yogya merasa nyaman tanpa bayang-bayang ketakutan terhadap aksi anarkisme.

“Demo itu hak masyarakat dan dilindungi undang-undang, tapi sampaikanlah pendapat dengan cara cerdas, beretika, dan bermartabat, tidak dengan merusak,” kata Kusnanto, yang juga menjabat Ketua Harian Federasi Yongmoodo Indonesia (FYI) Pengda DIY.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *